Inspirasa.co — Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Kota Samarinda melahirkan kepemimpinan baru. Andi Satya Adi Saputra resmi terpilih sebagai Ketua DPD Partai Golkar Samarinda.
Terpilihnya Andi Satya bukan sekadar pergantian tampuk kepemimpinan, melainkan awal dari penugasan politik jangka panjang. Sesuai norma dan syarat khusus yang ditetapkan DPD Partai Golkar Kalimantan Timur, setiap ketua di tingkat kabupaten/kota diwajibkan bersedia maju dalam bursa Pemilihan Wali Kota (Pilwali).
Menanggapi mandat strategis tersebut, Andi Satya menegaskan komitmennya. Namun, ia menggarisbawahi bahwa penentu utama langkah politiknya berada di tangan DPP Partai Golkar dan masyarakat.
“Dari Partai Golkar, tentu DPP yang berhak memberikan rekomendasi. Apabila DPP memberikan mandat dan ada desakan dari masyarakat sebagai pemilik suara sah, insya Allah kami siap,” tegas Andi Satya.
Meski demikian, politisi yang kini duduk di DPRD Provinsi Kalimantan Timur tersebut enggan terburu-buru berspekulasi mengenai kontestasi Pilwali. Bagi Andi Satya, fokus utamanya saat ini adalah membuktikan kinerja nyata di parlemen provinsi.
“Kami belum mau bicara terlalu jauh soal Pilwali. Sekarang fokus kami di DPRD Kaltim adalah bekerja dan berkarya. Golkar adalah partai kekaryaan, jadi tunjukkan dulu kontribusi nyata untuk Kalimantan Timur dalam lima tahun ke depan,” lanjutnya.
Target Rebut Posisi Puncak dan Inklusi Generasi Muda
Di bawah kepemimpinannya, Andi Satya mematok target memperkuat kembali posisi Golkar sebagai kekuatan utama di peta politik Kota Samarinda. Saat ini, Golkar mengamankan 8 kursi di DPRD Kota Samarinda dan menempati urutan kedua setelah Partai Gerindra.
Selain menargetkan peningkatan jumlah kursi, Andi Satya juga menyoroti komposisi keterwakilan gender dan usia di parlemen daerah.
1. Keterwakilan Perempuan: Mendorong lahirnya legislator perempuan dari Partai Golkar di DPRD Kota Samarinda, mengingat seluruh 8 anggota fraksi saat ini berjenis kelamin laki-laki.
2. Regenerasi Politik: Membuka pintu selebar-lebarnya bagi kelompok milenial dan Gen Z untuk bergabung serta bertarung memperebutkan kursi legislatif.
Mengenai peluang di ajang Pilwali Samarinda mendatang, Andi Satya menyerahkan sepenuhnya pada keputusan partai dan dinamika takdir politik.
“Semua warga negara yang memenuhi syarat berhak mencalonkan dan dicalonkan. Namun kembali lagi, pemegang keputusan akhir adalah DPP Partai Golkar. Percuma mendeklarasikan diri hari ini jika tidak mendapat rekomendasi resmi. Yang terpenting, kalau ditanya kesiapan, insya Allah kami siap,” pungkasnya.















