Inspirasa.co – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi pelajar jenjang PAUD hingga SMP dimulai Kamis (17/9/2026), akibat kabut asap pekat yang membuat kualitas udara di wilayah Kota Bontang masuk dalam kategori tidak sehat.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni juga meminta agar pelajar SMA-SMK sederajat juga menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Namun, kewenangan pelajar SMA-SMK sederajat berada di Pemprov Kaltim. Olehnya, Neni Moerniaeni mengajukan permohonan kepada Sekprov Kaltim agar ada keputusan.
“Berhubung situasi kiriman asap di Bontang, saran agar siswa SMA, SMK, dan SLB menerapkan pembelajaran daring sampai udara baik kembali,” jelas Neni.
Adapun berdasarkan data dari pemantauan aplikasi ISPU.net kualitas udara Kota Bontang berada pada kategori tidak sehat dengan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) 152 pada Jumat pagi (18/9/2026).
Parameter Kritis: PM2.5 dengan nilai 152, Parameter Lainnya: PM10 sebesar 84, SO₂ 5, CO 2, O₃ 23, NO₂ 13, dan HC 3.
Penyebab, kabut asap kiriman dari luar wilayah Bontang (kebakaran hutan dan lahan/karhutla), bukan dari titik api di dalam kota.















