Inspirasa.co – Mengoptimalkan sektor ekonomi kreatif melalui pemberdayaan secara produktif, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) melalui Gerakan Mandiri Usaha Mikro Kecil (GEMA UMK) meningkatkan kompetensi dan pengetahuan para pegiat usaha kopi di Kota Bontang, Minggu (13/9/2026).
Kegiatan ini menggandeng KOPINICUS, komunitas penikmat kopi Kota Bontang dengan tajuk Training and Manual Brew Competition, yang diikuti 30 peserta dalam mengintegrasikan pelatihan teknik manual brew dan hospitality melalui kompetisi.
VP TJSL Pupuk Kaltim, Rezha Abdillah, mengatakan para peserta berasal dari kalangan home brewer, barista, pegiat industri kopi, serta masyarakat yang memiliki ketertarikan terhadap dunia kopi. Hal ini bagian dari upaya Pupuk Kaltim mendorong masyarakat mengembangkan potensi ekonomi yang dimiliki, sekaligus membuka peluang usaha seiring meningkatnya keterampilan.
Sektor kopi dinilai memiliki potensi cukup besar untuk dikembangkan, melihat makin tumbuhnya usaha kedai kopi, komunitas, home brewer, serta berbagai aktivitas pendukung industri kopi di Kota Bontang. Untuk itu, Pupuk Kaltim sengaja mendorong peningkatan kapasitas masyarakat, agar peluang ini dapat semakin dikembangkan secara mandiri dan berkelanjutan.
“Dunia kopi memiliki ekosistem cukup luas. Ada keterampilan, kreativitas, pelayanan, komunitas, dan peluang usaha. Untuk itu, kami melihat pengembangan kompetensi para pegiat kopi sebagai salah satu bagian yang dapat mendukung tumbuhnya ekonomi kreatif di Kota Bontang,” terang Rezha, saat menghadiri kegiatan di Bontang Citimall.
Kegiatan ini juga tindak lanjut kontribusi Pupuk Kaltim dalam pengembangan keterampilan barista yang sebelumnya juga dilaksanakan Pupuk Kaltim bagi masyarakat. Dari agenda lanjutan ini, peserta tidak hanya mendapat kesempatan memperdalam teknik penyeduhan kopi, tapi juga memahami pentingnya pelayanan bagi pelanggan.
Menurut Rezha, keterampilan teknis harus berjalan beriringan dengan kemampuan memberikan pelayanan yang baik. Terlebih dalam industri kopi yang semakin kompetitif, pengalaman pelanggan menjadi salah satu faktor penting membangun loyalitas dan keberlanjutan usaha.
“Kami harap peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dalam meningkatkan potensi usaha maupun dikembangkan menjadi peluang usaha baru. Mengingat kompetensi teknis juga harus dilengkapi kemampuan memberikan pelayanan terbaik,” lanjut Rezha.
Selain pemahaman secara teori, para peserta diberi ruang untuk menguji keterampilan melalui manual brew competition. Kompetisi ini tidak sekadar ajang untuk memperoleh juara, tapi juga sarana berbagi pengalaman dan pengetahuan antarpeserta.
Hal ini sekaligus memperkuat jejaring antar pelaku industri kopi untuk saling bertukar informasi, membuka peluang kolaborasi, serta Bersama-sama meningkatkan kualitas produk dan layanan dengan lebih optimal. Sehingga ekosistem kopi Bontang dapat berkembang makin kuat dan berkelanjutan.
“Ke depan, Pupuk Kaltim akan terus menghadirkan program pemberdayaan yang relevan dengan potensi masyarakat. Kolaborasi dengan seluruh pihak akan terus kami perkuat, agar berbagai inisiatif dapat memberi dampak lebih luas,” tambah Rezha.
Mewakili Pemkot Bontang, Staf Ahli Bidang Pembangunan Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Lukman, menyampaikan apresiasi atas konsistensi Pupuk Kaltim dalam mendorong penguatan ekonomi kreatif di Kota Bontang. Kata dia, hal ini sejalan dengan upaya Pemerintah dalam mendorong kemandirian masyarakat dan memperluas sumber pertumbuhan ekonomi.
Salah satunya memperkuat kapasitas UMKM lokal agar semakin tangguh dan berdaya saing, serta mampu membuka peluang usaha mandiri secara optimal. Termasuk di sektor kopi, yang sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda mengembangkan keterampilan untuk mendapatkan nilai tambah secara ekonomi.
“Oleh karena itu, kami mendorong seluruh peserta untuk terus mengasah keterampilan dalam menghasilkan cita rasa kopi berkualitas dengan pelayanan yang profesional, agar industri kopi Bontang semakin memiliki daya saing dan berdampak pada peningkatan usaha masing-masing,” pesan Lukman.
Perwakilan KOPINICUS, M Diky Gunawan, turut menyampaikan terima kasih atas dukungan Pupuk Kaltim pada kegiatan ini. Diungkapkan Diky, kolaborasi ini menjadi langkah positif dalam memberi ruang bagi para pegiat kopi Kota Bontang meningkatkan kompetensi, sekaligus memperluas jejaring di tengah perkembangan ekosistem kopi yang semakin dinamis.
Bagi kami, kegiatan ini bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga ruang belajar dan berbagi pengalaman bersama para pegiat kopi. Kami harap kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut, serta memberi manfaat lebih luas bagi perkembangan ekonomi kreatif di Kota Bontang,” ucap Diky.(*)
















