Minggu, September 20, 2026
inspirasa.co
No Result
View All Result
  • Login
  • Advetorial
  • Budaya
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Advetorial
  • Budaya
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
No Result
View All Result
inspirasa.co
Home Info Terkini

Semakin Aneh

inspirasa.co by inspirasa.co
3 Mei 2023
in Daerah
0
Semakin Aneh

Andi Sofyan Hasdam

354
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Andi Sofyan Hasdam

Hari ini, Rabu 3 Mei 2023, Tenaga Ahli Utama Deputi Kantor Staf Presiden (KSP) RI Noch Trianduk Malissa diajak Wali Kota Bontang Basri Rase meninjau RSUD tipe D di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Api-Api, Bontang.

Baca juga :

Pupuk Kaltim Dorong Potensi Industri Kopi Bontang Tumbuh Berdaya Saing

Imbas Kabut Asap, Neni Minta Pemprov Kaltim Agar SMA-SMK di Bontang Bisa Ikut Belajar Daring

Kala peninjauan, Noch Trianduk Malissa langsung mengatakan rumah sakit tersebut tak layak, dibangun asal-asalan, bahkan dianggap pemborosan. Indikatornya, lantaran Unit Gawat Darurat (UGD) terletak di lantai 2.

Saya membuat catatan ini bukan karena saya mantan Wali Kota Bontang. Bukan pula karena saya suami dari dr. Neni Moerniaeni yang menjabat Wali Kota Bontang kala rumah sakit itu dibangun. Namun karena saya seorang dokter sudah beberapa kali menyambangi ke rumah sakit tersebut. Pun memberi sejumlah masukan ketika rumah sakit tersebut dibangun.

Ada dua hal yang memang menjadi catatan saya. Pertama, UGD memang sebaiknya berada di lantai satu. Yang kedua, agar membebaskan lahan bagian belakang untuk perluasan lapangan parkir. Penempatan UGD di lantai dua sebetulnya bukan kendala mutlak. Sebab dengan lift khusus, hanya perlu satu menit (sesuai hasil simulasi) untuk sampai ke lantai dua.

Sebetulnya keengganan Wali Kota Basri Rase mengaktifkan rumah sakit ini sudah terdengar dari awal. Kalau informasi itu benar, konon ada pihak yang melihat rumah sakit ini sebagai saingan.

Bagi saya, sah saja jika pejabat yang sedang berkuasa ingin membatalkan rumah sakit yang dibangun pendahulunya. Hanya saja dari segi etika pemerintahan tentu kurang terpuji karena yang membangun ini walikota dan bukan dr. Neni. Dan lebih aneh lagi bila bangunan ini digunakan sebagai perkantoran lain. Mengingat sejak awal bangunan ini dirancang sesuai penataan rumah sakit.

Menggunakan tangan orang lain untuk membatalkan penggunaan rumah sakit ini bukan pertama kali dilakukan. Sebelumnya melalui Kepala Dinas Kesehatan Bontang drg. Toetoek pernah menyewa konsultan dari FKM Universitas Airlangga (Unair). Kesimpulan dari tim tersebut bisa diduga: rumah sakit ini tidak layak. Tapi anehnya, ketika konsultan tersebut kami kontak, baik melalui sambungan telepon maupun WhatsApp, tidak pernah direspon. Dasar yang mereka gunakan gun mengatakan rumah sakit ini tidak layak sangat tidak berbasis keilmuan.

Bila mereka mengatakan pembangunan rumah sakit ini pemborosan karena sudah ada RSUD Taman Husada, berarti mereka ini tidak paham dengan sistem rujukan yang harusnya bisa di jelaskan oleh Kepala BPJS yang ikut dalam tim KSP tadi.

Tidakkah mereka melihat semua kota memiliki RS Kelas A/B dan juga memiliki RS tipe C/D. Apalagi ketika rumah sakit tipe D ini dibangun, Bed Occupancy Rate (tingkat hunian) RSUD Taman Husada hanya berkisar 35-40 persen.

Demikian penjelasan saya, yang sebetulnya sudah lama ingin saya sampaikan. Hanya kali ini, saya merasa sudah saatnya untuk dijelaskan agar masyarakat Bontang tidak ikut- ikutan mengatakan rumah sakit ini tidak perlu. Padahal jika rumah sakit ini berfungsi, sistem rujukan akan semakin baik dan pelayanan pasien pun pasti lebih terjamin.

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Terkait

ShareTweetShare
 
Next Post
Penanganan Awal Perbaikan Jalan di RT 18 Api-Api, Jalan Berlubang Ditutup Aspal

Penanganan Awal Perbaikan Jalan di RT 18 Api-Api, Jalan Berlubang Ditutup Aspal

Dewan Soroti Konflik Pengelolaan SPBN Bontang, Dorong Pemerintah Cari Solusi Agar Tak Merugikan Nelayan

Dewan Soroti Konflik Pengelolaan SPBN Bontang, Dorong Pemerintah Cari Solusi Agar Tak Merugikan Nelayan

Discussion about this post

POPULAR NEWS

Kaka Ade bersaudara?

Kaka Ade bersaudara?

3 Oktober 2021
Pelaku Penabrak Pengendara Motor di Depan Sekolah YPK Terancam di Hukum 6 Tahun Penjara

Pelaku Penabrak Pengendara Motor di Depan Sekolah YPK Terancam di Hukum 6 Tahun Penjara

8 Mei 2021
Foto Ilustrasi AI Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN).

Mendagri Tegaskan Aturan WFH Jumat ASN: Ponsel Wajib Aktif, Lokasi Dipantau Geo-location

5 April 2026
Foto ilustrasi AI

Soal Anggaran Rujab Rp25 Miliar, Seno Aji Sebut Ada Pengawasan Hingga Audit

4 April 2026
Puluhan warga di Desa Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara memperbaiki jalan provinsi Kaltim yang rusak parah pada Minggu (5/4/2026).

Jaga Marwah Kaltim, Warga Loa Kulu Kukar Patungan Tambal Jalan Rusak

7 April 2026

EDITOR'S PICK

Run Street Ramadhan Kukar 2025: Ajang Pembinaan Atlet Muda dan Promosi Gaya Hidup Sehat

6 Maret 2025
Foto Ilustrasi

Imbas Kabut Asap, Neni Minta Pemprov Kaltim Agar SMA-SMK di Bontang Bisa Ikut Belajar Daring

18 September 2026
Foto: Sebanyak 10 orang demonstran Aliansi Nelayan Peduli Kerang Dara, Muara Badak, keluar dari Kantor Polres Bontang, setelah diperiksa pukul 03.00 dini hari, Jumat 13 Februari 2025.

10 Orang Demonstran Nelayan Muara Badak Dibebaskan Setelah Diperiksa Polisi Selama 30 Jam Lebih

14 Februari 2025
Ketua DPRD Kutim Joni Sampaikan Integritas dan Transparansi Pengelolaan Anggaran Daerah ke KPK

Ketua DPRD Kutim Joni Sampaikan Integritas dan Transparansi Pengelolaan Anggaran Daerah ke KPK

15 November 2023

Tentang Kami

Follow us

Berita Terbaru

  • Masyarakat Sipil Desak Pemerintah Tetapkan Karhutla sebagai Bencana Nasional 19 September 2026
  • Pupuk Kaltim Dorong Potensi Industri Kopi Bontang Tumbuh Berdaya Saing 19 September 2026
  • KIKA: Hentikan Militerisasi Ruang Sipil, Jangan Jadikan Barak Militer Sebagai Instrumen Penghukuman Atas Ekspresi Demokratis 18 September 2026
  • Imbas Kabut Asap, Neni Minta Pemprov Kaltim Agar SMA-SMK di Bontang Bisa Ikut Belajar Daring 18 September 2026
Seedbacklink
  • Pedoman media siber
  • Privacy
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 inspirasa.co - Support By Inspirasi Cyber ICM KALTIM.

No Result
View All Result
  • Advetorial
  • Budaya
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 inspirasa.co - Support By Inspirasi Cyber ICM KALTIM.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Memuat Komentar...