Inspirasa.co — Efisiensi anggaran dan anjloknya kemampuan fiskal Kota Bontang hingga lebih dari Rp1 triliun memakan korban. Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengakui sejumlah proyek strategis yang semula dirancang menggunakan APBD terpaksa ditunda hingga dibatalkan.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang kini memprioritaskan belanja daerah dan bergantung pada suntikan dana dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur serta Pemerintah Pusat.
“Yang jelas, pembangunan Gedung C RSUD Taman Husada tidak bisa jalan karena anggarannya terlalu besar. Kami usahakan lewat bantuan langsung dari pemerintah provinsi,” tegas Neni, Kamis (6/8/2026).
Daftar Proyek Coret dan Tertunda. Krisis fiskal daerah berdampak langsung pada beberapa fasilitas publik penting:
1. Gedung C RSUD Taman Husada: Pembangunan ditunda total akibat keterbatasan APBD.
2. Folder Pengendali Banjir Kelurahan Guntung: Eksekusi fisik APBD batal, Pemkot baru menyiapkan Detail Engineering Design (DED) untuk diusulkan ke provinsi dan pusat.
3. Revitalisasi RS Tipe D (Rp46 Miliar): Batal jalan di 2026. Selain krisis anggaran, revisi dokumen Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) belum tuntas. Akibatnya, operasional RS Tipe D yang ditujukan untuk mengurai kepadatan pasien RSUD baru bisa dimulai pada 2027.
4. Renovasi GOR Taman Prestasi (Rp8,1 Miliar): Resmi dicoret. Seluruh anggarannya dialihkan untuk menutupi defisit APBD. Opsi pengerjaan bertahap ditolak karena berisiko merusak kualitas bangunan.
Andalkan Kolaborasi dan Bantuan Pusat
Meski pembangunan fisik berbasis APBD lumpuh, Neni optimistis program pelayanan dasar publik tetap berjalan melalui pola kolaborasi interpemerintah. Beberapa program prioritas yang kini digantungkan pada dana APBD Provinsi maupun APBN meliputi; Pembangunan jaringan gas (jargas) rumah tangga, Pemasangan listrik gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), hingga Sambungan air minum rumah tangga
Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
“Kalau fisik murni APBD memang tidak bisa maksimal. Tapi lewat kolaborasi dengan provinsi dan pusat, insyaallah tetap berjalan, walau tidak semuanya,” pungkas Neni.

















