Inspirasa.co — Bursa calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bontang terus bergulir. Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang menerapkan mekanisme manajemen talenta aparatur sipil negara (ASN) berbasis sistem merit yang telah direkomendasikan Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan bahwa penerapan sistem merit dan pemetaan 9-box memberikan kesempatan yang sama bagi setiap kandidat. Kendati demikian, seluruh kandidat tetap harus melalui tahapan asesmen.
“Kami pakai manajemen talenta dan sistem merit. Semua kandidat punya kesempatan yang sama dan kriterianya sudah jelas berpatokan pada nilai indikator. Nanti tim akan menyampaikan hasilnya kepada saya,” ujar Neni.
“Semuanya baik dan kriterianya sama. Namun, dari yang terbaik itu pasti ada satu yang akhirnya terpilih menjadi Sekda,” pungkasnya.
Dari seleksi awal yang menjaring 15 pejabat eselon II, Komite Talenta telah menyaring 6 pejabat terbaik. Keenam pejabat tersebut dijadwalkan mengikuti asesmen kompetensi di Yogyakarta pada 27–28 Agustus 2026.
Akumulasi nilai asesmen akan menentukan 3 kandidat dengan skor tertinggi. Tiga nama inilah yang nantinya disodorkan kepada Wali Kota untuk dipilih satu pejabat definitif menggunakan hak prerogatifnya.















