Inspirasa.co – Kepulan asap hitam pekat menyelimuti Jalan Pangeran Antasari, Samarinda Ulu, setelah api mengamuk di Dealer Yamaha pada Minggu (12/4/2026) sore.
Insiden yang terjadi saat dealer sedang tutup ini menghanguskan sedikitnya 21 unit sepeda motor yang terpajang di ruang pamer.
Komandan Posko 3 Wilayah Samarinda Ulu, Tri Indarto, menjelaskan bahwa kobaran api pertama kali terdeteksi di ruang penjualan (sales room).
Berdasarkan pengamatan awal, api diduga dipicu oleh hubungan arus pendek (korsleting) listrik pada plafon yang kemudian jatuh dan menyambar unit motor di bawahnya.
“Dugaan awal dari arus pendek di instalasi kabel atas plafon. Api kemudian menjalar ke bawah dan menyambar motor. Di dalam tadi saya lihat beberapa unit sudah terbakar total,” ungkap Tri di lokasi kejadian.
Kerusakan Unit dan Kendala Pemadaman
Data sementara mencatat kerugian material yang cukup signifikan. Tri menyebutkan sedikitnya tiga unit motor hangus tak bersisa, sementara 18 unit lainnya mengalami kerusakan berat akibat paparan panas dan api. Selain kendaraan, plafon bangunan juga dilaporkan runtuh akibat suhu ekstrem.
Proses pemadaman yang melibatkan personel dari Posko 1, 3, dan 4, serta bantuan relawan, sempat terhambat oleh pekatnya asap dari material gipsum. Petugas membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk benar-benar menjinakkan api di ruang tertutup tersebut.
“Pemadaman awal sekitar 30 menit, namun total penanganan mencapai satu jam karena kami kesulitan mencari titik api di tengah kepulan asap tebal,” tambah Tri.
Respons Pemilik Dealer
Saat musibah terjadi, dealer dalam kondisi tertutup karena libur akhir pekan. Pemilik dealer, Utomo, mengaku terkejut saat menerima laporan dari petugas keamanan sekitar pukul 15.00 WITA.
“Saya dikabari petugas keamanan lewat telepon. Untuk penyebab pasti dan total kerugian, saya belum bisa pastikan. Semuanya masih dalam proses identifikasi dan penyelidikan pihak kepolisian,” ujar Utomo singkat.
Hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden tersebut. Lokasi kejadian kini dalam pengamanan pihak berwajib untuk penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kebakaran.
















Discussion about this post