Inspirasa.co – Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menginstruksikan seluruh Ketua RT dan kader Posyandu untuk bergerak aktif mengawal Operasi Timbang Serentak yang akan digelar pada 9–13 Juni 2026.
Agus menegaskan, keterlibatan ujung tombak wilayah ini adalah kunci utama untuk menyisir 9.850 bayi dan balita di Bontang melalui 125 Posyandu yang disiagakan.
“RT wajib mendata warganya dan memastikan bayi maupun balita hadir saat penimbangan. Posyandu juga harus melakukan aksi jemput bola,” tegas Agus Haris, Jumat (5/6/2026).
Bukan Sekadar Rutinitas, Data Harus Valid
Menurut Agus, agenda ini bukan formalitas tahunan, melainkan fondasi krusial bagi Pemkot Bontang untuk memetakan penanganan stunting secara presisi. Targetnya mutlak: 100 persen kehadiran demi mendapatkan data riil di lapangan.
Berdasarkan data sementara Pemkot Bontang, potret kerawanan gizi anak saat ini meliputi: anak stunting: ± 1.500 anak dan berisiko stunting: ± 6.700 anak.
“Data harus valid supaya intervensi yang dilakukan benar-benar efektif. Lewat operasi timbang serentak ini, data tersebut akan kita perbarui total,” jelasnya.
Ancaman Turun Lapangan Bagi yang Mangkir
Pemerintah tidak main-main dengan target ini. Agus menyatakan akan melacak langsung anak-anak yang absen selama pelaksanaan kegiatan. Ia bahkan siap turun ke lapangan jika menemukan orang tua yang enggan membawa anaknya ke Posyandu.
“Kalau ada yang tidak hadir, akan kami cari tahu penyebabnya. Ini menyangkut masa depan anak-anak kita,” ujarnya memberi peringatan.
Hasil dari Operasi Timbang ini nantinya akan langsung dikonversi menjadi program intervensi multisektor hingga akhir tahun 2026. Penanganan tidak hanya menyentuh sektor kesehatan, tetapi juga mencakup; Perbaikan sanitasi dan penyediaan air bersih, penyaluran bantuan sosial tepat sasaran, edukasi intensif bagi keluarga, pemenuhan kebutuhan pangan bergizi.
“Keberhasilan penanganan stunting butuh akurasi data. Kami berharap seluruh elemen masyarakat mendukung penuh gerakan ini,” pungkas Agus. (Ima)

















