Inspirasa.co – Pemerintah Kota Bontang mempertegas komitmennya dalam memproteksi generasi muda dari ancaman sosial. Fokus utama kini diarahkan pada penanggulangan penyalahgunaan narkoba serta mitigasi dampak negatif perkembangan teknologi yang diistilahkan sebagai “Tsunami Digital”.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menekankan bahwa penanganan anak yang terpapar narkoba tidak boleh dilakukan secara represif. Menurutnya, pendekatan humanis melalui kasih sayang dan pendampingan psikologis jauh lebih krusial untuk masa depan mereka.
“Mereka adalah korban yang butuh kasih sayang dan pendampingan, bukan sekadar dihukum. Langkah konkret kita adalah melakukan rehabilitasi bersama pihak terkait agar mereka bisa kembali pulih,” ujar Neni, Jumat (1/5/2026).
Dalam pelaksanaannya, Pemkot Bontang bersinergi erat dengan Badan Narkotika Nasional (BNN).
Kolaborasi ini mencakup, pendampingan Intensif, proses pemulihan bagi anak yang terindikasi pengguna, pelibatan keluarga memastikan orang tua menjadi pilar utama dalam proses pemulihan di rumah, edukasi preventif sosialisasi berkelanjutan di sekolah dan lingkungan masyarakat untuk memutus rantai peredaran.
Selain narkoba, tantangan besar lainnya adalah derasnya arus informasi digital. Neni mengistilahkan fenomena ini sebagai “Tsunami Digital”, di mana pengaruh luar dapat dengan mudah mengubah pola pikir dan perilaku remaja jika tanpa filter.
“Kita harus proaktif mengedukasi anak-anak agar mampu memilah informasi dan tidak terjerumus ke dalam hal-hal negatif di dunia maya,” tambahnya.
Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Bontang melalui dinas terkait telah menyiapkan beberapa strategi:
1. Sosialisasi Literasi Digital: Memberikan pemahaman etika dan keamanan berinternet.
2. Pendampingan Keluarga: Memberdayakan orang tua agar mampu melakukan pengawasan yang efektif namun tetap suportif.
3. Pembatasan Akses: Memantau dan membatasi aplikasi yang dinilai memiliki konten berisiko tinggi bagi perkembangan anak.
Melalui integrasi antara penguatan mental di dunia nyata dan pengawasan di dunia maya, Pemkot Bontang optimis dapat menciptakan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang anak di masa depan. (Ima)















