Inspirasa.co – Gelombang investasi yang mengalir deras ke Kalimantan Timur seiring pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi pisau bermata dua: peluang emas sekaligus tantangan berat bagi pelaku usaha daerah.
Merespons dinamika tersebut, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kaltim, Putri Amanda Nurrahmadhani, meminta pengusaha lokal memperkuat kolaborasi agar tidak tergilas dalam pusaran pertumbuhan ekonomi yang sedang berlangsung.
Pesan menohok itu disampaikan Amanda saat menghadiri pengukuhan Pengurus Kadin Kota Balikpapan masa bakti 2026-2031 di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Balikpapan, Senin malam (8/6/2026).
Menurut Amanda, Balikpapan kini telah naik kelas. Kota Minyak tidak lagi sekadar menjadi daerah penyangga IKN, melainkan telah bermutasi menjadi salah satu episentrum pertumbuhan ekonomi paling vital di Indonesia.
“Kita melihat investasi datang begitu masif dan lanskap ekonomi berubah sangat cepat. Ini adalah momentum yang wajib direbut oleh pelaku usaha daerah,” tegas Amanda.
Amanda menilai, Kadin Balikpapan di bawah komando Noval Asfihani memiliki modal kuat untuk menjawab tantangan tersebut. Fondasi organisasi yang solid dari kepengurusan sebelumnya harus menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh.
Ia pun mengingatkan kepengurusan baru agar tidak terjebak pada ego sektoral yang mengabaikan rekam jejak masa lalu.
“Jangan sibuk membuat jejak baru sampai lupa merawat jalan yang sudah dibuka oleh mereka yang datang lebih dahulu. Teruskan yang baik, perkuat yang sudah berjalan, lalu lakukan lompatan yang lebih tinggi,” pesannya retoris.
Selain kesinambungan organisasi, Amanda menggarisbawahi krusialnya persatuan antar-pelaku usaha lokal. Masuknya korporasi raksasa dan terbukanya pasar bebas di Kaltim menuntut pelaku usaha domestik untuk merapatkan barisan.
“Kalau pengusaha daerah berjalan sendiri-sendiri, kita akan kalah oleh mereka yang datang dengan kekuatan modal yang lebih besar. Tetapi jika kita bersatu dan saling menguatkan, peluang itu akan menjadi milik kita bersama,” cetusnya.
Ia berharap Kadin Balikpapan mampu bertransformasi menjadi rumah bersama yang inklusif—memayungi pengusaha senior, pelaku UMKM, generasi muda, hingga perempuan pengusaha.
Sebab bagi Amanda, indikator keberhasilan Kadin tidak diukur dari gemuknya jumlah anggota, melainkan dari seberapa banyak pelaku usaha yang berhasil “naik kelas”.
“Jangan sampai peluang besar datang ke daerah kita, tetapi yang tumbuh subur justru orang lain. Jangan sampai gedung-gedung berdiri megah, tetapi pengusaha lokal hanya menjadi penonton. Kadin harus memastikan kemajuan Kaltim adalah kemajuan pengusaha Kaltim,” pungkasnya optimistis.















