Minggu, Juni 21, 2026
inspirasa.co
No Result
View All Result
  • Login
  • Advetorial
  • Budaya
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Advetorial
  • Budaya
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
No Result
View All Result
inspirasa.co
Home Advetorial

Kebakaran di Gedung Pemerintah Bontang: Soroti Lemahnya Manajemen Risiko

inspirasa.co by inspirasa.co
6 November 2025
in Daerah
0
Foto: Insiden kebakaran di Gedung Dispopar pada 23 Mei 2025 lalu, petugas Disdamkartan memadamkan api.

Foto: Insiden kebakaran di Gedung Dispopar pada 23 Mei 2025 lalu, petugas Disdamkartan memadamkan api.

330
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Inspirasa.co – Kebakaran yang terjadi di salah satu gedung pemerintah di Kota Bontang kembali menyoroti lemahnya kesiapsiagaan instansi dalam mengelola risiko keselamatan bangunan. Insiden yang menimpa Gedung Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) pada 23 Mei 2025 lalu menjadi peringatan penting bahwa sistem proteksi kebakaran di lingkungan pemerintahan masih menghadapi banyak celah.

Peristiwa bermula saat api diduga muncul dari panel listrik atau trafo di lantai satu gedung. Tim pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) bersama unsur terkait berhasil memadamkan kobaran api dalam waktu sekitar 30 menit. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Baca juga :

Pupuk Kaltim Perkuat Kompetensi SDM Lokal Lewat Sertifikasi Ahli Muda Konstruksi Jenjang 7

PKS-NasDem Sodorkan 4 Langkah Taktis Benahi Efektivitas Anggaran Bontang

Namun, ditemukan fakta bahwa seluruh alat pemadam api ringan (APAR) di gedung tersebut sedang dikumpulkan dalam satu ruangan untuk proses pengisian ulang. Akibatnya, tidak ada APAR yang tersedia saat api mulai membesar. Sejumlah pegawai hanya mampu menggunakan tanah dari pot tanaman untuk menahan kobaran sementara menunggu petugas pemadam tiba.

Kondisi ini mengindikasikan bahwa sistem proteksi kebakaran di gedung pemerintahan belum berjalan optimal. Selain soal kelayakan instalasi listrik, pemeliharaan berkala serta kesiapan pegawai menghadapi keadaan darurat juga menjadi persoalan yang perlu diperbaiki.

Aturan Sudah Jelas, Implementasi Masih Lemah

Pemerintah sebenarnya telah memiliki rujukan teknis sistem keselamatan bangunan. Di antaranya:

Permen PUPR No. 26/PRT/M/2008 tentang Sistem Proteksi Kebakaran pada Bangunan Gedung dan Lingkungan, serta

Permen PUPR No. 20/PRT/M/2009 tentang Pedoman Manajemen Proteksi Kebakaran Perkotaan.

Di tingkat daerah, Perda Kota Bontang No. 4 Tahun 2012 tentang Bangunan Gedung juga menjadi landasan hukum yang mengatur kelayakan, keamanan, dan keselamatan fasilitas bangunan, termasuk gedung pemerintah.

Namun, penerapannya disebut masih kurang merata. Tidak semua kantor pemerintahan dilengkapi sarana proteksi aktif seperti hidran, sprinkler, alarm kebakaran, maupun jalur evakuasi yang jelas. Pelatihan dan simulasi siaga bencana bagi aparatur sipil negara (ASN) pun belum diadakan secara rutin dan terukur.

Sejumlah upaya yang perlu segera dilakukan Pemerintah Kota Bontang antara lain:

1. Melakukan audit menyeluruh terhadap instalasi listrik, sistem proteksi kebakaran, dan jalur evakuasi di seluruh gedung pemerintahan.

2. Menyusun dan menerapkan SOP Tanggap Darurat yang jelas di tiap organisasi perangkat daerah (OPD).

3. Menggelar pelatihan dan simulasi evakuasi rutin bagi seluruh ASN.

4. Menegakkan aturan dan sanksi bagi gedung yang tidak memenuhi standar keselamatan.

5. Memperkuat koordinasi antara BPBD, Damkartan, Kominfo, dan OPD dalam penanganan keadaan darurat, termasuk optimalisasi layanan panggilan darurat 112.

Keamanan Bangunan Menyangkut Kepercayaan Publik

Keselamatan gedung pemerintahan bukan hanya terkait aset dan dokumen, tetapi menyangkut perlindungan terhadap pegawai dan keberlanjutan pelayanan publik. Jika pemerintah dapat memastikan bahwa seluruh fasilitasnya berada pada standar keamanan yang memadai, maka kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintah akan semakin kuat.

Sebaliknya, apabila persiapan dasar seperti pemeliharaan APAR, kesiapan instalasi listrik, hingga SOP evakuasi masih diabaikan, maka risiko kebakaran pada masa mendatang akan tetap mengancam.

Bontang sebagai kota yang terus berkembang memiliki kewajiban moral dan administratif untuk memastikan keselamatan bangunan publik. Insiden di Dispopar menjadi pengingat bahwa pencegahan jauh lebih penting daripada penanganan, dan kesiapsiagaan adalah kunci utama perlindungan layanan publik.

Penulis : Sadryani M. Said, Mahasiswa Magister Administrasi Publik Universitas Mulawarman

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Terkait

ShareTweetShare
 
Next Post
Foto Dokumentasi Bawaslu Bontang

Event Demokrasi 2025 Bawaslu Bontang Ajak Pemilih Muda Merawat Partisipasi Membangun Negeri

Seorang pria ditemukan dalam kondisi telah meninggal dunia di dalam mobil yang dikendarainya, pada Jumat (7/11/2025) siang.

Diduga Serangan Jantung, Warga Loktuan Ditemukan Meninggal Dalam Mobil di Jalan Poros Bontang-Sanggata

Discussion about this post

POPULAR NEWS

Kaka Ade bersaudara?

Kaka Ade bersaudara?

3 Oktober 2021
Pelaku Penabrak Pengendara Motor di Depan Sekolah YPK Terancam di Hukum 6 Tahun Penjara

Pelaku Penabrak Pengendara Motor di Depan Sekolah YPK Terancam di Hukum 6 Tahun Penjara

8 Mei 2021
Foto Ilustrasi AI Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN).

Mendagri Tegaskan Aturan WFH Jumat ASN: Ponsel Wajib Aktif, Lokasi Dipantau Geo-location

5 April 2026
Foto ilustrasi AI

Soal Anggaran Rujab Rp25 Miliar, Seno Aji Sebut Ada Pengawasan Hingga Audit

4 April 2026
Puluhan warga di Desa Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara memperbaiki jalan provinsi Kaltim yang rusak parah pada Minggu (5/4/2026).

Jaga Marwah Kaltim, Warga Loa Kulu Kukar Patungan Tambal Jalan Rusak

7 April 2026

EDITOR'S PICK

Andi Faizal Sofyan Hasdam Anggota DPRD Bontang Terpilih 2024-2029

Anggota DPRD Bontang Periode 2024-2029 Dilantik, Andi Faiz Tekankan Pentingnya Kebersamaan Menjalankan Amanah Masyarakat

15 Agustus 2024
Inginkan Organisasi Pemuda Tetap Aktif, Dispora Kaltim Gelar Pemilihan Organisasi Berprestasi

Inginkan Organisasi Pemuda Tetap Aktif, Dispora Kaltim Gelar Pemilihan Organisasi Berprestasi

9 November 2023
Foto: Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman. (ist)

RPJMD Didorong Sebagai Pedoman, Ardiansyah Sulaiman Tanggapi Pandangan Umum Fraksi KIR

24 Juni 2024
Ket foto : Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni melepas kontingen PGRI Bontang ke PORSENIJAR 2025. Jumat (14/11/2025) di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang.

Wali Kota Lepas Kontingen PGRI ke PORSENIJAR, Ketua PGRI Bontang Saparuddin Optimis Tampil Maksimal

15 November 2025

Tentang Kami

Follow us

Berita Terbaru

  • Menakar Kepastian Hukum: Mengapa Banyak Kasus Korupsi Sengaja Dibuat Menggantung? 21 Juni 2026
  • Pupuk Kaltim Perkuat Kompetensi SDM Lokal Lewat Sertifikasi Ahli Muda Konstruksi Jenjang 7 19 Juni 2026
  • Satgas IKN Pastikan Kawasan Hutan Konservasi Nusantara Kini Bebas Tambang Ilegal 19 Juni 2026
  • Bangun SCCC di KIPP Nusantara, Otorita IKN Bakal Hadirkan Laboratorium Digital dan Robotik 19 Juni 2026
Seedbacklink
  • Pedoman media siber
  • Privacy
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 inspirasa.co - Support By Inspirasi Cyber ICM KALTIM.

No Result
View All Result
  • Advetorial
  • Budaya
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 inspirasa.co - Support By Inspirasi Cyber ICM KALTIM.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version

Memuat Komentar...