Inspirasa.co – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bontang pada Tahun Anggaran 2025 sukses melampaui target. Dari target yang dipatok sebesar Rp384,83 miliar, pemerintah daerah berhasil membukukan Rp400,47 miliar atau menyentuh angka 104,07 persen.
Capaian positif ini dipaparkan langsung oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, saat menyampaikan Nota Penjelasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025 dalam rapat paripurna DPRD, Senin (15/6/2026).
Neni mengungkapkan, moncernya realisasi PAD ini ditopang kuat oleh sektor retribusi daerah serta pos lain-lain PAD yang sah. Keduanya kompak melonjak melampaui target yang telah ditetapkan.
“Retribusi daerah terealisasi sebesar Rp132,96 miliar atau 105,42 persen. Sementara untuk lain-lain PAD yang sah, lonjakannya cukup signifikan mencapai Rp52,35 miliar atau sekitar 159,91 persen dari target,” urai Neni.
Meski menorehkan tren positif, Neni memberikan catatan kritis terhadap struktur APBD Bontang. Ia mengakui bahwa kantong PAD belum bisa diandalkan sebagai motor utama pembiayaan pembangunan kota. Hingga saat ini, postur pendapatan Bontang masih “disusui” oleh dana transfer dari pemerintah pusat dan provinsi.
Oleh karena itu, Neni menegaskan bahwa mendongkrak kapasitas PAD akan tetap menjadi pekerjaan rumah (PR) prioritas demi memperkuat kemandirian fiskal daerah ke depan.
Namun, ia mengingatkan agar upaya mengejar target getolnya PAD tidak sampai mencekik dunia usaha maupun masyarakat lokal.
“Peningkatan PAD tetap menjadi perhatian serius pemerintah agar kemandirian fiskal daerah terus meningkat, tetapi dengan catatan: tetap menjaga iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi agar tetap sehat,” pungkasnya.
















