Inspirasa.co – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan bahwa seluruh sekolah di Kota Bontang wajib menjadi ruang yang aman bagi siswa. Ia menuntut lingkungan pendidikan bersih dari praktik perundungan (bullying) serta krisis moral yang kerap membayangi kalangan pelajar.
Hal tersebut disampaikan Neni saat memberikan arahan dalam agenda pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama dan pengukuhan kepala sekolah di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang, Kamis (21/5/2026).
Dalam sambutannya, Neni mengingatkan para kepala sekolah dan tenaga pendidik agar tidak hanya berfokus pada capaian akademik semata. Kondisi sosial dan kesehatan mental peserta didik juga harus mendapat perhatian serius.
Ia memaparkan, dunia pendidikan saat ini tengah menghadapi tantangan kompleks. Mulai dari fenomena kehilangan masa pembelajaran (learning loss), dampak negatif era digital, hingga degradasi moral anak.
“Sekolah harus menjadi benteng moral sekaligus tempat yang bebas dari perundungan, intoleransi, dan kekerasan,” ujar Neni tegas.
Oleh karena itu, Neni meminta manajemen sekolah untuk menghidupkan suasana belajar-mengajar yang efektif, inovatif, sekaligus menyenangkan bagi para siswa. Terlebih, guru dan kepala sekolah memegang peran krusial sebagai orang tua kedua di sekolah.
Neni juga menyoroti akar masalah sosial pada anak yang kerap dipicu oleh kurangnya perhatian di dalam keluarga, termasuk maraknya fenomena fatherless (kehilangan figur ayah) hingga tekanan psikologis yang memengaruhi perilaku remaja.
“Anak-anak yang mengalami masalah sosial, kalau kita lakukan anamnesis (pemeriksaan riwayat), banyak yang mengaku kehilangan sosok ayah atau ibu,” ungkapnya.
Menyikapi hal tersebut, ia mendorong pihak sekolah untuk menerapkan pendekatan yang lebih humanis dan penuh kasih sayang dalam membina siswa. Pengawasan pun kini semakin diperketat seiring dengan pemasangan fasilitas CCTV di sejumlah titik sekolah.
“Jangan ada bully di sekolah,” cetusnya.
Di akhir arahannya, Wali Kota meminta penguatan pendidikan karakter dan pembiasaan positif terus ditingkatkan, salah satunya melalui kegiatan keagamaan sebelum jam pelajaran dimulai.
“Bapak dan Ibu guru adalah orang tua kedua anak-anak kita. Saya titipkan anak-anak Bontang agar tumbuh menjadi generasi yang siap melanjutkan cita-cita pembangunan kota ini,” pungkas Neni. (Ima)
















