Inspirasa.co — Sebanyak 41 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Bontang sukses mengibarkan Bendera Merah Putih pada Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Stadion Bessai Berinta, Senin (17/8/2026).
Momen pengibaran bendera ini menjadi puncaknya apresiasi bagi para anggota Paskibraka setelah menjalani latihan intensif selama kurang lebih dua bulan.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyampaikan rasa syukur dan bangga atas kerja keras putra-putri daerah tersebut.
“Alhamdulillah, rasa syukur yang tak terhingga. Kita melihat keberhasilan putra-putri Bontang yang telah mengibarkan bendera dengan sempurna. Mereka membuktikan hasil latihan berat selama hampir dua bulan,” ujar Neni.

Dorong Generasi Muda dan Sumber Daya Manusia Berkualitas
Menurut Neni, keberhasilan pengibaran bendera ini bukan sekadar prosesi seremonial, melainkan simbol bahwa generasi muda Bontang harus diberi ruang aktualisasi yang lebih besar dalam pembangunan daerah.
Visi Pemerintah Kota Bontang bersama Wakil Wali Kota dan Ketua DPRD berfokus pada penciptaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas serta berdaya saing melalui program kerja dalam RPJMD.
Desak Pemerintah Pusat Salurkan Dana Bagi Hasil
Terkait harapan untuk Kota Bontang di momen kemerdekaan ini, Neni menyoroti ketergantungan APBD Bontang pada Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat. Mengingat besarnya kontribusi Bontang kepada negara, ia mendesak agar penyaluran dana transfer dan dana kurang salur dapat segera direalisasikan ke kas daerah.
“Permohonan ini berulang kali kami sampaikan agar dana kurang salur disalurkan ke APBD Kota Bontang untuk melanjutkan program-program visi-misi daerah,” tegasnya.
Selain itu, Pemkot Bontang siap berkolaborasi memanfaatkan anggaran pusat untuk revitalisasi fasilitas publik seperti Puskesmas, rumah sakit, hingga sekolah yang sebagian sudah berjalan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).
Bonus Apresiasi, Kesempatan Belajar di Kampung Inggris
Meski pemerintah tengah menerapkan efisiensi anggaran, Pemkot Bontang memastikan seluruh anggota Paskibraka tetap mendapatkan penghargaan atas perjuangan mereka.
“Setiap tetesan keringat mereka kami hargai. Latihannya begitu berat, sangat wajar jika diberikan apresiasi. Kami serahkan kepada tim Paskibraka inginkannya ke mana. Kalau ingin ke Kampung Inggris, silakan,” tambah Neni.
Opsi program ke Kampung Inggris dinilai sangat efisien sekaligus memberikan nilai tambah ilmu bagi para siswa, dengan estimasi biaya kursus sekitar Rp3 juta hingga Rp4 juta per anak selama dua minggu di luar biaya transportasi.

















