Inspirasa.co – Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menyoroti tingginya angka perceraian di Kota Bontang saat menghadiri kegiatan sosialisasi self healing bagi kader PKK dan perempuan, Selasa (7/4/2026) di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang.
Dalam forum yang membahas pentingnya kesehatan mental tersebut, ia mengungkapkan bahwa kasus perceraian di Bontang masih tergolong tinggi dan menjadi persoalan serius yang perlu mendapat perhatian bersama.
“Baru April 2026 saja angkanya sudah ratusan. Tahun-tahun sebelumnya bahkan bisa mencapai sekitar 400 kasus,” ujarnya.
Menurutnya, tingginya angka perceraian tidak hanya berdampak pada pasangan, tetapi juga sangat berpengaruh terhadap kondisi psikologis anak.
“Kalau ini terus terjadi, yang paling menjadi korban adalah anak-anak,” tegasnya.
Ia menjelaskan, persoalan rumah tangga tidak lepas dari tekanan kehidupan yang semakin kompleks, termasuk faktor ekonomi dan beban psikologis. Karena itu, kegiatan sosialisasi self healing dinilai relevan sebagai upaya memperkuat ketahanan mental, khususnya bagi perempuan.
Ajak Kader PKK dan Tokoh Agama Bersinergi
Dalam kesempatan tersebut, Agus Haris juga mengajak kader PKK untuk berperan aktif dalam menjaga keharmonisan keluarga di lingkungan masing-masing.
Menurutnya, kader PKK memiliki posisi strategis karena dekat dengan masyarakat dan menjadi ujung tombak dalam penyebaran edukas
Selain itu, ia juga mendorong peran tokoh agama untuk ikut menyampaikan pentingnya menjaga keutuhan rumah tangga dalam berbagai forum keagamaan
“Ini bukan hanya tugas pemerintah, tapi tugas kita semua,” katanya.
Momen Relaksasi bagi Ibu Rumah Tangga
Senada dengan hal tersebut, Ketua PKK Kota Bontang, Nur Kalbi menyebutkan bahwa kegiatan ini menjadi momen silaturrahmi sekaligus stres relief bagi ibu-ibu dari hiruk pikuk rumah tangga.
“Kita dengarkan materi yang akan disampaikan, nantinya kita bisa implementasi untuk manajemen stres diri sendiri,” pungkasnya. (Ima)
















Discussion about this post