Inspirasa.co – Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, resmi melantik jajaran pengurus Ikatan Welder Bontang (IWB) masa bakti 2025–2030 di BPU Kecamatan Bontang Selatan, Minggu (28/6/2026).
Momentum ini menandai babak baru bagi organisasi untuk memperkuat kualitas tenaga kerja lokal di sektor industri.
Prosesi pelantikan berlangsung khidmat, ditandai dengan pengucapan sumpah jabatan, penyerahan bendera pataka organisasi, serta penandatanganan berita acara resmi.
Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua IWB Agus Yunus beserta jajaran pengurus, Anggota DPRD Bontang Muh. Syahib, perwakilan Kesbangpol, manajemen perusahaan pendukung program CSR, serta sejumlah organisasi profesi sekor industri seperti ISB, IPROK, dan IPPMB.
Dorong Sertifikasi dan Basis Data Tenaga Kerja
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Agus Haris menegaskan bahwa organisasi profesi memiliki peran krusial dalam pembangunan daerah, terutama pada aspek peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Ia menekankan bahwa kebutuhan industri harus mampu dijawab oleh welder lokal yang berkompeten dan berstandar global.
“Kami berharap IWB menjadi mitra strategis pemerintah dalam mencetak tenaga kerja profesional, berdaya saing, dan siap memenuhi kebutuhan dunia industri,” ujar Agus Haris.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Agus Haris mendorong IWB mengambil langkah konkret; Gencar menyelenggarakan pelatihan berkala, memperluas akses sertifikasi profesi bagi para welder lokal, menyusun basis data (database) tenaga kerja yang valid sebagai rujukan utama bagi perusahaan-perusahaan di Bontang.
Usung Semangat Loyalitas Tanpa Batas
Di sisi lain, Ketua IWB terpilih, Agus Yunus, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya. Ia menegaskan tekadnya untuk menakhodai organisasi selama lima tahun ke depan dengan mengusung semangat “Loyalitas Tanpa Batas”.
“Kepengurusan baru ini akan berfokus memperkuat solidaritas internal, memperluas kolaborasi lintas organisasi profesi, serta konsisten menjaga tradisi swadaya yang selama ini menjadi kekuatan IWB—baik dalam pengembangan profesi maupun aksi sosial kemanusiaan,” pungkas Agus Yunus.

















