Sabtu, Agustus 15, 2026
inspirasa.co
No Result
View All Result
  • Login
  • Advetorial
  • Budaya
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Advetorial
  • Budaya
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
No Result
View All Result
inspirasa.co
Home Info Terkini

‘Ramadhan’ Permintaan Kelapa Parut Melonjak, Kelapa Tua Langka, Sebabkan Harga Kelapa Parut Mahal

inspirasa.co by inspirasa.co
29 Maret 2023
in Budaya, Business, Daerah, Kuliner
0
‘Ramadhan’ Permintaan Kelapa Parut Melonjak, Kelapa Tua Langka, Sebabkan Harga Kelapa Parut Mahal

Pedagang kelapa parut dan pembeli di pasar tradisional Rawa Indah, Kota Bontang, Kalimantan Timur.

586
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Inspirasa.co – Permintaan kelapa parut di pasar tradisional Rawa Indah, Kota Bontang, Kalimantan Timur, melonjak di bulan ramadhan 1444 hijriah.

Diakui pedagang pasar Rawa Indah Nurhaeda, kelapa parut hingga santan, memang sangat dibutuhkan pembeli, berbeda dari hari sebelum ramadhan. Dimana saat ini dalam sehari ia bisa menghabiskan puluhan butir kelapa parut tua.

Baca juga :

Sempat Gangguan, Jaringan WiFi Gratis Pemkot Bontang Mulai Pulih Bertahap

Pemkot Bontang Informasikan Gangguan Layanan WiFi Gratis Akibat Multiple FO Cut

Meskipun ada kenaikan harga, komoditas ini tetap dibutuhkan konsumen, untuk dikelola berbagai jenis panganan khas berbuka puasa.

Saat kondisi normal harga kelapa parut dijual berkisar Rp 5 ribu hingga Rp 6 ribu rupiah per butir. Saat ini dijual Rp 10 ribu rupiah per butir, tergantung ukuran.

“Ada kenaikan harga, sekarang kelapa parut yang sudah jadi santan 25 ribu rupiah per kilogram. Sebelum bulan puasa 20 ribu rupiah per kilogram,” ujarnya Rabu (29/3/2023).

Kelapa tua langka, sebabkan harga kelapa parut mahal

Sementara itu, dikatakan pedagang lainnya Kaharuddin, kenaikan harga kelapa parut terjadi akibat sulitnya memenuhi ketersediaan bahan baku kelapa tua saat ini.

Pasokan kelapa yang biasanya diambil di wilayah Santan, kini harus membeli dari daerah Sulsel, lantaran pasokan kelapa di wilayah Santan kini sudah menipis.

“Sangat susah sekarang cari kelapa tua di Santan, karena banyak yang jual kelapa mudanya. Selain itu banyak yang lahannya dijadikan untuk tanam sawit,” ungkapnya.

Harga kelapa tua yang dibeli dari pemasok kelapa di daerah Sulsel, per butirnya saat ini Rp 6000 ribu rupiah, sebelumnya dibeli di wilayah Santan hanya Rp 5000 ribu rupiah.

“Yang mahal itu ongkos kirimnya, jadi wajar harga kelapa tua saat ini mahal,” ujar Nurhaeda dan Kaharuddin.

Sementara itu salah satu pembeli Sahara mengatakan, dirinya membeli kelapa parut untuk kebutuhan bahan pembuatan masakan. Selain untuk dikonsumsi juga untuk dijual.

Kelapa parut ini menjadi bahan utama masakan berbahan santan yang wajib ada, meskipun harganya naik.

“Untuk persiapan takjil buka puasa, nanti bisa buat es buah dan es kolak,” katanya. *(Aris).

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Terkait

ShareTweetShare
 
Next Post
BI Kaltim Siapkan Penukaran Uang Tunai Rp 4,19 Triliun, Tersebar di 362 Titik Kabupaten dan Kota

BI Kaltim Siapkan Penukaran Uang Tunai Rp 4,19 Triliun, Tersebar di 362 Titik Kabupaten dan Kota

Berburu Takjil, Pasar Kuliner di Baiturrahman PKT Ini Bisa Jadi Rekomendasi ‘Ragam Kuliner Jadi Pilihan’

Berburu Takjil, Pasar Kuliner di Baiturrahman PKT Ini Bisa Jadi Rekomendasi 'Ragam Kuliner Jadi Pilihan'

Discussion about this post

POPULAR NEWS

Kaka Ade bersaudara?

Kaka Ade bersaudara?

3 Oktober 2021
Pelaku Penabrak Pengendara Motor di Depan Sekolah YPK Terancam di Hukum 6 Tahun Penjara

Pelaku Penabrak Pengendara Motor di Depan Sekolah YPK Terancam di Hukum 6 Tahun Penjara

8 Mei 2021
Foto Ilustrasi AI Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN).

Mendagri Tegaskan Aturan WFH Jumat ASN: Ponsel Wajib Aktif, Lokasi Dipantau Geo-location

5 April 2026
Foto ilustrasi AI

Soal Anggaran Rujab Rp25 Miliar, Seno Aji Sebut Ada Pengawasan Hingga Audit

4 April 2026
Puluhan warga di Desa Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara memperbaiki jalan provinsi Kaltim yang rusak parah pada Minggu (5/4/2026).

Jaga Marwah Kaltim, Warga Loa Kulu Kukar Patungan Tambal Jalan Rusak

7 April 2026

EDITOR'S PICK

Peringati Hari Guru Nasional, Bupati Kutim Ardiansyah: Guru Memiliki Peran Krusial Dalam Memberikan Pendidikan yang Layak

Peringati Hari Guru Nasional, Bupati Kutim Ardiansyah: Guru Memiliki Peran Krusial Dalam Memberikan Pendidikan yang Layak

30 November 2023
Foto: Anggota DPRD Kutai Timur, Yan Ipui.

Yan Dorong Masyarakat Selesaikan Konflik Hubungan Industrial lewat DPRD dan Pengadilan

18 Juli 2024
Kepala Bidang pembinaan SMP Disdikbud Kutim Ilham

Jebolan Merdeka Belajar Cup 2023 Disiapkan Mengikuti Gala Siswa Nasional

27 November 2023
Subandi : Potensi Pariwisata Berau Tak Boleh Terkandala Jalan Rusak

Subandi : Potensi Pariwisata Berau Tak Boleh Terkandala Jalan Rusak

24 Mei 2025

Tentang Kami

Follow us

Berita Terbaru

  • IJTI: Duka Sikka NTT Adalah Duka Kita 15 Agustus 2026
  • PSI dan Fenomena Baru Politik Anak Muda di Bontang 14 Agustus 2026
  • Sempat Gangguan, Jaringan WiFi Gratis Pemkot Bontang Mulai Pulih Bertahap 12 Agustus 2026
  • Pemkot Bontang Informasikan Gangguan Layanan WiFi Gratis Akibat Multiple FO Cut 12 Agustus 2026
Seedbacklink
  • Pedoman media siber
  • Privacy
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 inspirasa.co - Support By Inspirasi Cyber ICM KALTIM.

No Result
View All Result
  • Advetorial
  • Budaya
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 inspirasa.co - Support By Inspirasi Cyber ICM KALTIM.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version
Memuat Komentar...