Inspirasa.co – Pemerintah Kota Bontang sukses merealisasikan belanja daerah Tahun Anggaran (TA) 2025 sebesar Rp2,95 triliun. Angka fantastis ini menyerap hingga 93,01 persen dari total pagu anggaran yang ditetapkan, yakni sebesar Rp3,17 triliun.
Dari total serapan tersebut, sektor infrastruktur—khususnya pembangunan jalan, irigasi, dan jaringan—menjadi motor penggerak utama dengan serapan paling jumbo, menembus Rp769,89 miliar atau 96,61 persen dari alokasi kelompok belanja modal.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan bahwa seluruh serapan anggaran ini dialokasikan secara presisi untuk mendongkrak pelayanan publik dan akselerasi infrastruktur daerah.
“Belanja daerah yang diungkapkan dalam laporan keuangan meliputi belanja operasi, belanja modal, belanja tak terduga, dan belanja transfer yang dialokasikan dalam APBD Tahun 2025,” ujar Neni dalam keterangannya, Senin (15/6/2026).
Secara rinci, performa realisasi belanja Pemkot Bontang TA 2025 terbagi dalam dua pilar utama:
1. Belanja Operasi: Terealisasi sebesar Rp1,75 triliun lebih (93,20% dari anggaran).
2. Belanja Modal: Menembus Rp1,19 triliun lebih (93,14% dari anggaran).
Pada pos belanja modal, selain fokus pada jalan dan irigasi, Pemkot Bontang juga tancap gas membiayai belanja gedung dan bangunan, pengadaan peralatan dan mesin, pengadaan tanah, serta pemenuhan aset tetap lainnya.
Neni berharap, tingginya persentase serapan anggaran ini bukan sekadar angka statistik, melainkan mampu memberikan dampak instan bagi kesejahteraan masyarakat.
“Kami ingin pemanfaatan anggaran daerah ini terus memberikan dampak nyata. Mulai dari peningkatan kualitas infrastruktur, optimalisasi pelayanan pemerintahan, hingga pembangunan yang berkelanjutan di berbagai sektor,” pungkasnya. (Ima)

















