Inspirasa.co – Pemerintah resmi merancang efisiensi alokasi dana untuk kementerian dan lembaga (K/L) dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Berdasarkan Buku II Nota Keuangan RAPBN 2027, mayoritas K/L mengalami penurunan pos anggaran dibanding tahun 2026 akibat ketidakpastian ekonomi global.
“Perekonomian dunia pada tahun 2027 diperkirakan masih akan menghadapi dinamika yang kompleks dan tingkat ketidakpastian yang tinggi,” bunyi petikan dalam Nota Keuangan tersebut.
Badan Gizi Nasional (BGN) tetap menduduki posisi puncak anggaran tertinggi meski nilainya terkoreksi tajam dari Rp268 triliun menjadi Rp240,2 triliun. Penurunan juga dialami Polri yang menyusut sekitar 4,7% menjadi Rp139,1 triliun, serta Kementerian Kesehatan yang terkoreksi ke angka Rp102,1 triliun.
Di tengah gelombang pemangkasan, sektor pendidikan justru memperoleh suntikan dana signifikan. Kemendikdasmen mencatat kenaikan tertinggi hingga 7,95% menjadi Rp61,1 triliun, disusul Kemendiktisaintek yang naik 5,34% menjadi Rp65,1 triliun. Sementara itu, Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyokong tren positif lewat kenaikan tipis menjadi Rp189,01 triliun.
Daftar 10 Anggaran K/L Terbesar RAPBN 2026-2027
1. BGN
Rp268 triliun (2026) – Rp240,2 triliun (2027) perubahan -10,37%
2. Kemhan
Rp187,1 triliun (2026) – Rp189,01 triliun (2027) perubahan +1,02%
3. Polri
Rp146,05 triliun (2026) – Rp139,1 triliun (2027) perubahan -4,76%
4. KemenPU
Rp118,5 trilliun (2026) – Rp114,5 triliun (2027) perubahan -3,38%
5. Kemenkes
Rp114 triliun (2026) – Rp102,1 triliun (2026) perubahan -10,44%
6. Kemenag
Rp88,8 triliun (2026) – Rp87,6 trilliun (2027) perubahan -1,35%
7. Kemensos
Rp84,4 triliun (2026) – Rp84,7 triliun (2027) perubahan +0,36%
8. Kemendiktisaintek
Rp61,8 triliun (2026) – Rp65,1 triliun (2027) perubahan +5,34%
9. Kemendikdasmen
Rp56,6 triliun (2026) – Rp61,1 triliun (2027) perubahan +7,95%
10. Kemenkeu
Rp52,01 trilliun (2026) – Rp49,8 triliun (2027) perubahan -4,25%















