Minggu, Agustus 16, 2026
inspirasa.co
No Result
View All Result
  • Login
  • Advetorial
  • Budaya
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Advetorial
  • Budaya
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
No Result
View All Result
inspirasa.co
Home Opinion

Sebuah Refleksi Perjalanan Bangsa: Rindu Negarawan di Usia 81 Tahun RI

Oleh: Wahyudi Yunus, SH.MH. (Ketua Bappilu DPD PSI Kota Bontang)

inspirasa.co by inspirasa.co
16 Agustus 2026
in Daerah, Politik
0
Wahyudi Yunus, SH.MH. (Ketua Bappilu DPD PSI Kota Bontang)

Wahyudi Yunus, SH.MH. (Ketua Bappilu DPD PSI Kota Bontang)

306
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Delapan puluh satu tahun Indonesia merdeka. Usia yang tidak lagi muda bagi sebuah bangsa. Kita telah melewati perang, pergantian rezim, krisis ekonomi, reformasi, hingga berbagai perubahan zaman yang begitu cepat.

Pada 17 Agustus 2026, Indonesia memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan dengan tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”.

Baca juga :

Tumbangkan Gardu Tuan Muda, Gardu Media Raih Juara 1 Turnamen Domino PORDI di Bontang

Dorong Perempuan Melek Politik, PSI Bontang Buka Ruang Progresif Lewat Sabtu Sehat

Namun di balik kemeriahan merah putih, ada satu pertanyaan yang layak kita renungkan: di tengah hiruk-pikuk politik hari ini, masihkah kita memiliki negarawan?

Sebab bangsa ini tidak hanya membutuhkan politisi. Indonesia membutuhkan negarawan. Politisi boleh berpikir tentang pemilu berikutnya. Negarawan berpikir tentang generasi berikutnya.

Politisi bisa sibuk menghitung suara. Negarawan menghitung masa depan bangsa. Politisi dapat berbeda pilihan dan kepentingan. Tetapi negarawan tahu kapan kepentingan pribadi, kelompok, bahkan partai harus diletakkan di bawah kepentingan negara.

Di usia 81 tahun Republik Indonesia, kerinduan terhadap sosok seperti itu terasa semakin kuat.

Kita rindu pemimpin yang tidak menjadikan jabatan sebagai tangga menuju kekuasaan yang lebih tinggi, tetapi sebagai amanah untuk menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi rakyat.

Kita rindu pemimpin yang berani berkata benar meski tidak populer. Kita rindu pemimpin yang mampu mengakui kesalahan tanpa sibuk mencari kambing hitam.

Kita rindu pemimpin yang ketika berbicara tentang rakyat, bukan hanya mengingat rakyat menjelang pemilu.

Kita rindu negarawan yang bekerja untuk sejarah, yang meninggalkan legacy untuk generasi. Bukan sekadar untuk elektabilitas apalagi isi tas.

Kemerdekaan tidak pernah dimaksudkan hanya untuk mengganti siapa yang berkuasa. Kemerdekaan adalah janji bahwa rakyat Indonesia akan memiliki kehidupan yang lebih bermartabat, adil, dan sejahtera.

Karena itu, tema Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur seharusnya tidak berhenti menjadi slogan perayaan. Ia harus menjadi pertanyaan bagi setiap pemegang kekuasaan: sudahkah kedaulatan, keadilan, dan kemakmuran benar-benar dirasakan rakyat?

Negarawan tidak lahir dari baliho. Tidak lahir dari jargon. Tidak pula lahir hanya karena memenangkan pemilu.

Negarawan lahir dari karakter, keberanian, keteladanan, dan kesediaan menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan diri sendiri.

Dan negarawan tidak harus selalu berada di Istana, parlemen, atau panggung politik. Ia bisa hadir di tengah masyarakat: guru yang mendidik dengan ketulusan, pengusaha yang membuka lapangan kerja, aktivis yang memperjuangkan keadilan, jurnalis yang menjaga kebenaran, maupun anak muda yang memilih mengabdi daripada sekadar mencaci.

Maka pada usia 81 tahun Republik Indonesia, mungkin yang paling kita butuhkan bukan sekadar perayaan kemerdekaan.

Kita membutuhkan kelahiran kembali semangat kenegarawanan. Sebab Indonesia terlalu besar untuk dipertarungkan hanya demi kepentingan lima tahunan.

Indonesia terlalu berharga untuk diwariskan dalam keadaan terpecah. Dan Indonesia terlalu mulia jika masa depannya hanya ditentukan oleh mereka yang sibuk mengejar kekuasaan, tetapi lupa untuk apa kekuasaan itu diberikan.

Di usia 81 tahun ini, mari kita tidak hanya bertanya, “Apa yang sudah diberikan negara kepada kita?”

Mari kita balik pertanyaannya: Apa yang sudah kita berikan kepada negara?

Dan kepada para pemimpin bangsa, rakyat mungkin tidak menuntut kesempurnaan. Rakyat hanya ingin melihat keberanian untuk berpihak kepada kepentingan yang lebih besar.

Karena pada akhirnya, jabatan akan berakhir, kekuasaan akan berganti, dan nama-nama akan perlahan dilupakan.

Tetapi keteladanan seorang negarawan akan hidup jauh lebih lama daripada masa jabatannya.

Selamat ulang tahun ke-81, Republik Indonesia. Dirgahayu Indonesiaku. Semoga di usia yang semakin matang ini, kita tidak hanya memiliki lebih banyak politisi, tetapi juga semakin banyak negarawan yang benar-benar mencintai Indonesia. (*)

Halal Square, Bontang, 16 Agustus 2026.

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Terkait

ShareTweetShare
 
Next Post
Gardu Media berhasil menyabet juara 1 usai mengalahkan Gardu Tuan Muda asal Tanjung Limau di laga Grand Final, Minggu 16 Agustus 2026, malam.

Tumbangkan Gardu Tuan Muda, Gardu Media Raih Juara 1 Turnamen Domino PORDI di Bontang

POPULAR NEWS

Kaka Ade bersaudara?

Kaka Ade bersaudara?

3 Oktober 2021
Pelaku Penabrak Pengendara Motor di Depan Sekolah YPK Terancam di Hukum 6 Tahun Penjara

Pelaku Penabrak Pengendara Motor di Depan Sekolah YPK Terancam di Hukum 6 Tahun Penjara

8 Mei 2021
Foto Ilustrasi AI Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN).

Mendagri Tegaskan Aturan WFH Jumat ASN: Ponsel Wajib Aktif, Lokasi Dipantau Geo-location

5 April 2026
Foto ilustrasi AI

Soal Anggaran Rujab Rp25 Miliar, Seno Aji Sebut Ada Pengawasan Hingga Audit

4 April 2026
Puluhan warga di Desa Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara memperbaiki jalan provinsi Kaltim yang rusak parah pada Minggu (5/4/2026).

Jaga Marwah Kaltim, Warga Loa Kulu Kukar Patungan Tambal Jalan Rusak

7 April 2026

EDITOR'S PICK

Polisi Amankan 1.830 Butir Double L dari Warga Loktuan

Polisi Amankan 1.830 Butir Double L dari Warga Loktuan

8 Januari 2024
Polemik Buzzer di Samarinda, Anggota Komisi I DPRD Samarinda Desak Pemkot Ambil Sikap Tegas

Polemik Buzzer di Samarinda, Anggota Komisi I DPRD Samarinda Desak Pemkot Ambil Sikap Tegas

14 Mei 2025
Kantor Imigrasi Kelas I TPI Samarinda Beberkan Penangkapan 8 WNA Asal Vietnam, Selama di Samarinda Mengaku Berjualan Terpal

Kantor Imigrasi Kelas I TPI Samarinda Beberkan Penangkapan 8 WNA Asal Vietnam, Selama di Samarinda Mengaku Berjualan Terpal

22 Juli 2023
Bupati Kukar Edi Damansyah: Pembangunan Infrastruktur Perkebunan Rakyat, Menjadi Fokus Utama

Bupati Kukar Edi Damansyah: Pembangunan Infrastruktur Perkebunan Rakyat, Menjadi Fokus Utama

17 November 2023

Tentang Kami

Follow us

Berita Terbaru

  • Tumbangkan Gardu Tuan Muda, Gardu Media Raih Juara 1 Turnamen Domino PORDI di Bontang 16 Agustus 2026
  • Sebuah Refleksi Perjalanan Bangsa: Rindu Negarawan di Usia 81 Tahun RI 16 Agustus 2026
  • Dorong Perempuan Melek Politik, PSI Bontang Buka Ruang Progresif Lewat Sabtu Sehat 16 Agustus 2026
  • Terapkan Manajemen Talenta, Wali Kota Bontang Tegaskan Kesempatan Sama bagi Calon Sekda 16 Agustus 2026
Seedbacklink
  • Pedoman media siber
  • Privacy
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 inspirasa.co - Support By Inspirasi Cyber ICM KALTIM.

No Result
View All Result
  • Advetorial
  • Budaya
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 inspirasa.co - Support By Inspirasi Cyber ICM KALTIM.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Memuat Komentar...