Inspirasa.co – Sejumlah proyek pembangunan fasilitas sekolah di Kaltim dilaporkan mangkrak hingga putus kontrak.
Imbasnya, hak dasar siswa untuk mendapatkan fasilitas belajar yang layak terenggut, memaksa mereka bertahan di ruang kelas yang bocor dan memprihatinkan.
Anggota Komisi IV sekaligus Anggota Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) DPRD Kaltim, Syahariah Mas’ud, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam dan siap mengawal carut-marut anggaran pendidikan ini.
Temuan ini terungkap setelah Pansus LKPJ melakukan uji petik lapangan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Paser, Kutai Timur (Kutim), hingga Mahakam Ulu. Sejumlah proyek terbukti jalan di tempat meski anggaran telah dikucurkan sejak 2025.
“Karena itu dapil saya memang saya prioritaskan. Ada tiga item yang masuk dalam agenda LKPJ gubernur,” ujar Syahariah usai Rapat Paripurna ke-9 DPRD Kaltim, Senin (18/5/2026).
Salah satu sorotan tajam tertuju pada pembangunan SMAN 3 Long Ikis di Kabupaten Paser. Proyek yang ditargetkan rampung tahun ini justru bernasib mengenaskan di lapangan.
“Harusnya 2026 itu sudah selesai. Tapi sampai sekarang ternyata baru kerangkanya saja yang berdiri,” kritik Syahariah tajam.
Penyebabnya klasik, kontraktor pelaksana menyerah di tengah jalan akibat ketidakmampuan teknis dan finansial.
“Ternyata putus kontrak. Alasannya, pertama medan tidak mampu mereka kerjakan, kedua anggarannya tidak cukup,” ungkapnya.
Dampak dari kegagalan ini harus dipikul oleh para siswa. Proses belajar mengajar terpaksa menumpang di bangunan sementara yang bocor setiap kali hujan mengguyur.
“Kalau hujan kadang kelas dikosongkan karena bocor. Ruangan kepala sekolah saja bocor-bocor, kasihan banget dan menyedihkan,” cetus politisi tersebut.
Berdasarkan data uji petik Pansus LKPJ, rapor merah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim terus memanjang. Pada Tahun Anggaran (TA) 2024, tercatat ada 10 kegiatan putus kontrak, dan angka ini bertambah 8 kegiatan lagi pada TA 2025.
Berikut adalah sebaran proyek bermasalah yang berhasil dihimpun:
1. SMAN 3 Long Ikis (Paser) Pembangunan Gedung Baru.
2. SMAN 2 Paser Belengkong Unit Sekolah Baru (USB) / Rp25,2 Miliar.
3. SMN 1 Penajam Paser Utara Ruang Praktik dan Renovasi Kelas.
4. SMK 7 Balikpapan Pengadaan Fasilitas dan Akses.
5. SMKN 2 Sangatta Utara (Kutim) Ruang Kelas Baru (RKB).
DPRD Desak Blacklis Kontraktor Bermasalah
Melihat tren proyek mangkrak yang terus berulang tanpa penyelesaian tuntas, Syahariah mendesak Disdikbud Kaltim untuk melakukan evaluasi total dan memperketat proses tender. Pemilihan kontraktor tidak boleh lagi dilakukan secara asal-asalan.
“Saya minta kontraktor itu harus ada persyaratannya. Jangan asal menerima pekerjaan, setelah itu ditinggalkan begitu saja. Yang jadi korban anak-anak kita,” tegasnya.
DPRD Kaltim menjadwalkan kembali turun ke lapangan pada Rabu lusa untuk menyisir sekolah-sekolah bermasalah lainnya, termasuk mengecek kondisi infrastruktur pendidikan di wilayah pedalaman seperti Mahakam Ulu yang kondisinya tak kalah memprihatinkan.
Syahariah memastikan, Komisi IV akan pasang badan agar proyek-proyek yang terbengkalai ini diprioritaskan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2026.
“Saya minta 2026 ini sekolah-sekolah yang bermasalah harus selesai. Jangan sampai anggarannya tergeser lagi. OPD yang berkaitan dengan Komisi IV akan saya kawal sampai tuntas,” pungkasnya demi masa depan pendidikan di Benua Etam.















