Inspirasa.co – Pemerintah Kota Bontang terus memperkuat sinergi dengan sektor usaha swasta untuk memicu pertumbuhan ekonomi dan memangkas angka kemiskinan di tengah proyeksi tantangan fiskal daerah. Langkah strategis ini ditegaskan dalam momentum Pelantikan Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kota Bontang masa bakti 2026–2029 di Pendopo Wali Kota Bontang, Sabtu (8/8/2026) malam.
Dalam agenda khidmat yang dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan DPRD, hingga manajemen PT Pupuk Kaltim tersebut, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyoroti pentingnya peran pengusaha muda sebagai motor penggerak ekonomi daerah yang tidak bergantung pada anggaran pemerintah.
Neni memaparkan bahwa pertumbuhan ekonomi Kota Bontang pada 2025 tercatat berada di angka 3,5 persen dengan tingkat kemiskinan sebesar 3 persen. Namun, Kota Taman harus bersiap menghadapi situasi fiskal yang makin ketat.
“Bontang kini bersiap menghadapi tantangan fiskal menyusul proyeksi APBD yang diprediksi turun pada 2027,” ungkap Neni.
Guna mengantisipasi penurunan anggaran tersebut, Pemkot Bontang terus memacu berbagai program pro-rakyat dan kemudahan iklim investasi. Upaya tersebut antara lain:
1. Digitalisasi & Perizinan: Akselerasi Online Single Submission (OSS) serta penerbitan 20.048 Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pelaku UMKM.
2. Akses Permodalan: Penyediaan fasilitas pembiayaan tanpa bunga untuk pelaku usaha lokal.
3. Perlindungan Sosial & Pendidikan: Pemberian perlindungan jaminan sosial bagi 34 ribu pekerja rentan dan dukungan pendidikan sebesar Rp10 miliar.
“Komitmen ini tentunya kita perkuat lewat pelantikan lebih dari 100 pengusaha muda HIPMI. HIPMI harus menjadi mitra strategis pemerintah, memperkuat kolaborasi, dan menghadirkan inovasi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Neni.
Estafet Kepemimpinan HIPMI, Menjawab Tantangan Efisiensi
Prosesi pelantikan ini menandai dimulainya kepemimpinan Adipt Maraja sebagai Ketua Umum BPC HIPMI Kota Bontang periode 2026–2029 menggantikan ketua umum demisioner, Winardi (Awin). Adipt resmi dilantik setelah terpilih secara aklamasi sebagai calon tunggal.
Satu suara dengan arah kebijakan Pemkot, Demisioner Ketua HIPMI Bontang, Winardi, menekankan agar para pengusaha muda di Bontang tidak lagi bersandar pada proyek-proyek berbasis Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Saya yakin anak-anak muda Kota Bontang bisa semakin naik kelas. Kita harus membangun sistem yang tidak sepenuhnya bergantung ke APBD, apalagi sekarang ini sedang efisiensi. Kita wajib kreatif dan inovatif,” ujar Awin.
Komitmen Kolaborasi Sektor Strategis
Menjawab tantangan Pemkot, Ketua Umum BPC HIPMI Bontang terlantik, Adipt Maraja, menegaskan kesiapan kepengurusannya untuk membangun ekosistem bisnis yang sehat dan kompetitif. HIPMI Bontang berkomitmen menghubungkan potensi industri besar di Bontang—termasuk BUMN dan perusahaan swasta—dengan para pengusaha muda lokal.
“Penguatan kolaborasi sangat penting. Kami berkomitmen membangun hubungan yang makin erat dengan pemerintah daerah, BUMN, hingga perusahaan swasta. Kita mau membuka ruang lebih luas untuk usaha-usaha baru agar bertumbuh, sehingga peluang ekonomi tidak hanya dinikmati pelaku usaha besar,” pungkas Adipt.

















