Samarinda – Pertumbuhan ekonomi Kota Samarinda memang tercatat positif, namun DPRD menilai kondisi itu belum bisa menjadi alasan untuk berpuas diri. Pasalnya, struktur ekonomi yang menopang angka tersebut dinilai masih rapuh dan rentan terhadap guncangan.
Wakil Ketua Pansus LKPJ DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim, mengatakan, hasil evaluasi menunjukkan bahwa laju pertumbuhan ekonomi Samarinda masih ditopang oleh sektor konstruksi, perdagangan besar, dan pertambangan. Ketergantungan pada sektor-sektor tersebut membuat ekonomi daerah mudah terguncang jika terjadi perubahan kondisi di salah satunya.
“Ketergantungan pada sektor tertentu membuat ekonomi kita rentan terhadap guncangan. Ini yang harus kita antisipasi,” katanya, Jumat (24/4/26).
Tak hanya soal struktur produksi, DPRD juga menyoroti sisi fiskal. PAD Samarinda yang masih bertumpu pada penerimaan pajak dinilai rawan, sebab daya serap pajak akan ikut melemah ketika ekonomi sedang lesu.
Untuk itu, Abdul Rohim mendorong pemerintah kota agar mulai serius mengembangkan sektor-sektor alternatif yang selama ini belum dimaksimalkan, seperti UMKM, pariwisata, pertanian, dan perdagangan lokal.
Langkah ini diyakini tidak hanya memperkuat kontribusi terhadap PDRB, tetapi juga membuka lebih banyak lapangan kerja bagi warga Samarinda.
DPRD berkomitmen menjadikan hasil evaluasi ini sebagai rekomendasi strategis bagi pemerintah kota dalam menyusun kebijakan pembangunan ekonomi ke depan.(Adv)

















