Rabu, Mei 6, 2026
inspirasa.co
No Result
View All Result
  • Login
  • Advetorial
  • Budaya
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Advetorial
  • Budaya
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
No Result
View All Result
inspirasa.co
Home Advetorial

Neni Moerniaeni Jadi Pembicara di Forum Nasional, Beberkan Strategi Bontang Sukses Tekan Angka Pengangguran Hingga 6,3%

inspirasa.co by inspirasa.co
6 Mei 2026
in Nasional
0
Neni Moerniaeni Jadi Pembicara di Forum Nasional, Beberkan Strategi Bontang Sukses Tekan Angka Pengangguran Hingga 6,3%
302
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Inspirasa.co – Di hadapan jajaran kementerian dan kepala daerah dalam Forum Orkestrasi Pembangunan Negeri di Balikpapan, Selasa (5/5/2026), Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni membedah strategi agresifnya yang berhasil memangkas Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT).

Dalam forum bertema “Sinergi Strategis Daerah dalam Menjawab Tantangan dan Memperkuat Daya Saing Nasional” tersebut, Neni mengungkapkan keberhasilan Kota Bontang menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) secara drastis dari 12,4% pada 2017, dan pada tahun ini turun menjadi 6,3%.

Baca juga :

Perkuat Ketahanan Pasokan Nasional, Produksi Kuartal I Pupuk Kaltim Capai 2,14 Juta Ton

Program MBG Dinilai Membebani Anggaran Pendidikan 20%, CALS Minta MK Tegaskan Batas Rezim Pendidikan, Kesehatan dan Perlindungan Sosial

Neni menjelaskan bahwa Bontang merupakan daerah dengan kekuatan ekonomi signifikan, di mana Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp360 juta per kapita per tahun, angka tertinggi kedua di Indonesia. Namun, pesona industri besar seperti Pupuk Kaltim dan LNG membuat populasi Bontang melonjak tajam dari 100.000 jiwa di awal otonomi menjadi 194.000 jiwa.

“Bukan karena angka KB yang gagal, tetapi karena ada migrasi dari luar ke Bontang untuk mencari pekerjaan. Hal ini menjadikan masalah pengangguran sebagai tantangan utama yang terus kami tangani,” tegas Neni.

Berdasarkan data tahun 2025, dari total penduduk usia kerja sebanyak 143.729 orang, angkatan kerja tercatat sebanyak 99.089 orang (68%). Dari jumlah tersebut, sebanyak 92.786 orang telah terserap di berbagai sektor pekerjaan. Penurunan angka pengangguran hingga separuh dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir diklaim sebagai buah dari konsistensi program pemerintah.

Wajib 75% Tenaga Kerja Lokal

Salah satu faktor penentu keberhasilan Bontang adalah keberanian dalam penegakan regulasi. Melalui Perda No. 10 Tahun 2018, Pemerintah Kota mewajibkan perusahaan memprioritaskan penduduk ber-KTP Bontang.

“Perusahaan wajib memenuhi kuota tenaga kerja lokal minimal 75% dari total penerimaan baru. Jika ada kebutuhan skill khusus yang tidak tersedia di lokal, mereka baru diperbolehkan melapor dan mencari ke luar setelah diverifikasi oleh kami,” jelasnya.

Pemantauan ini diperkuat secara digital melalui aplikasi Teman Naker sistem untuk transparansi lowongan kerja. Saat ini, tercatat lebih dari 4.000 tenaga kerja telah terlaporkan secara transparan melalui sistem tersebut.

Mitigasi Isu PHK Tambang dan Modal Tanpa Bunga

Menanggapi tantangan baru di sektor pertambangan akibat kebijakan pembatasan produksi yang berpotensi memicu PHK terhadap sekitar 400 pekerja, Neni telah menyiapkan langkah mitigasi. Pemkot Bontang mengalokasikan dana APBD di Bank Kaltimtara untuk pemberian bantuan permodalan tanpa bunga.

Hingga saat ini, program tersebut telah melahirkan 1.257 NIB (Nomor Induk Berusaha) baru. “Ketika mereka memiliki usaha, minimal mereka bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi dirinya sendiri dan orang lain,” tambahnya.

Dobrakan Vokasi dan Penghapusan Syarat Pengalaman Kerja

Untuk lulusan baru (fresh graduate), Pemkot Bontang mengandalkan sekolah tinggi lokal seperti STITEK dan STTIB yang kurikulumnya disesuaikan dengan pasar industri. Selain itu, kolaborasi melalui program pemagangan MAGENTA bersama BUMN diharapkan menjadi solusi bagi syarat pengalaman kerja yang sering menjadi kendala.

“Saya sudah meminta perusahaan agar tidak selalu mensyaratkan pengalaman kerja 2 tahun. Magang di MAGENTA harus dihitung sebagai pengalaman kerja agar anak-anak kita bisa terserap,” pungkas Neni.

Dengan visi sebagai Mitra Ibu Kota Nusantara (IKN), Bontang kini memposisikan diri bukan sekadar kota industri, tapi kota jasa yang tangguh secara ekonomi melalui penguatan SDM lokal.

Penulis: Aris

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Terkait

ShareTweetShare
 

POPULAR NEWS

Kaka Ade bersaudara?

Kaka Ade bersaudara?

3 Oktober 2021
Pelaku Penabrak Pengendara Motor di Depan Sekolah YPK Terancam di Hukum 6 Tahun Penjara

Pelaku Penabrak Pengendara Motor di Depan Sekolah YPK Terancam di Hukum 6 Tahun Penjara

8 Mei 2021
Foto Ilustrasi AI Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN).

Mendagri Tegaskan Aturan WFH Jumat ASN: Ponsel Wajib Aktif, Lokasi Dipantau Geo-location

5 April 2026
Foto ilustrasi AI

Soal Anggaran Rujab Rp25 Miliar, Seno Aji Sebut Ada Pengawasan Hingga Audit

4 April 2026
Puluhan warga di Desa Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara memperbaiki jalan provinsi Kaltim yang rusak parah pada Minggu (5/4/2026).

Jaga Marwah Kaltim, Warga Loa Kulu Kukar Patungan Tambal Jalan Rusak

7 April 2026

EDITOR'S PICK

Penghargaan penanganan stunting diberikan oleh Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim Akmal Malik di acara penutupan Hari Keluarga Nasional (Harganas) di Mangrove Park Saleba, Kecamatan Bontang Utara, Kamis (25/7/2024).

Dapat Penghargaan Penanganan Stunting Paling Rendah, Bontang Urutan Pertama Kasus Stunting Tertinggi di Kaltim

25 Juli 2024
Neni-Agus Tingkatkan Pelayanan Kesehatan di Bontang, Buat Rumah Singgah di Samarinda dan Balikpapan Meringankan Biaya Selama Pengobatan

Neni-Agus Tingkatkan Pelayanan Kesehatan di Bontang, Buat Rumah Singgah di Samarinda dan Balikpapan Meringankan Biaya Selama Pengobatan

13 Oktober 2024
Momentum Hari Pahlawan 10 November, Wakil Ketua DPRD Kukar Alif Turiadi: Generasi Milenial Wajib Menjadi Generasi Smart

Momentum Hari Pahlawan 10 November, Wakil Ketua DPRD Kukar Alif Turiadi: Generasi Milenial Wajib Menjadi Generasi Smart

10 November 2023
Foto: Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam diwawancara awak media. Kamis (17/10/2024).

APBD Besar Namun Kualitas Standar Pelayanan Minimal Rendah, Andi Faiz Minta Pemkot Evaluasi Agar Tak Jadi Catatan Buruk

17 Oktober 2024

Tentang Kami

Follow us

Berita Terbaru

  • Neni Moerniaeni Jadi Pembicara di Forum Nasional, Beberkan Strategi Bontang Sukses Tekan Angka Pengangguran Hingga 6,3% 6 Mei 2026
  • Aksi Penanaman Mangrove di HUT ke-80 Persit, Neni Moerniaeni: Jaga Mangrove Sekarang, Investasi untuk Generasi Mendatang 5 Mei 2026
  • Wawali Agus Haris Minta Perangkat Daerah Kawal Warga dari Ancaman Investasi dan Pinjaman Ilegal 5 Mei 2026
  • Waspada Investasi Bodong, Wawali Agus Haris Minta UMKM Lebih Cermat di Era Digital, Jangan Mudah Tergiur Untung Besar 5 Mei 2026
Seedbacklink
  • Pedoman media siber
  • Privacy
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 inspirasa.co - Support By Inspirasi Cyber ICM KALTIM.

No Result
View All Result
  • Advetorial
  • Budaya
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 inspirasa.co - Support By Inspirasi Cyber ICM KALTIM.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version
 

Memuat Komentar...