Inspirasa.co – PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim), bagian dari Pupuk Indonesia Grup, mencatatkan kinerja operasional yang solid sepanjang Kuartal I 2026 dengan
total produksi mencapai lebih dari 2,14 juta ton.
Capaian ini menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pasokan pupuk nasional, di tengah dinamika rantai pasok global dan kebutuhan sektor pertanian yang terus meningkat.
Total produksi tersebut terdiri dari 1,16 juta ton urea, 874 ribu ton amonia, dan 104 ribu ton NPK. Capaian ini menegaskan peran strategis Pupuk Kaltim sebagai produsen urea terbesar di Indonesia dalam menjaga stabilitas pasokan pupuk nasional guna mendukung produktivitas pertanian dan stabilitas pangan.
“Capaian produksi ini bukan hanya mencerminkan kinerja operasional perusahaan, tetapi juga bagian dari tanggung jawab kami dalam menjaga ketersediaan pupuk bagi petani tetap terjaga secara andal dan berkelanjutan. Di tengah berbagai dinamika global, menjaga akses pupuk
menjadi kunci untuk memastikan produktivitas pertanian nasional tetap terjaga,” ujar Sekretaris Perusahaan Pupuk Kaltim, Anggono Wijaya.
Didukung oleh 13 pabrik dengan total kapasitas sekitar 6,47 juta ton per tahun, Pupuk Kaltim memastikan operasional berjalan secara andal dan efisien guna memenuhi kebutuhan pupuk petani secara berkelanjutan.
Sejalan dengan capaian produksi tersebut, Pupuk Kaltim juga memastikan ketersediaan stok pupuk tetap terjaga. Hingga 27 April 2026, stok pupuk Pupuk Kaltim tercatat mencapai 618.393 ton yang berada di gudang produsen dan jaringan distribusi Pupuk Indonesia di seluruh Indonesia, sehingga siap disalurkan untuk memenuhi kebutuhan petani secara tepat waktu. Kinerja ini menempatkan Pupuk Kaltim sebagai salah satu penopang utama stabilitas pasokan pupuk nasional.
Ketahanan Pasokan dan Penguatan Efisiensi Operasional
Dari sisi hulu, ketersediaan gas bumi domestik, khususnya di wilayah Kalimantan Timur, mstrong salah satu keunggulan dalam menjaga stabilitas produksi urea. Keunggulan ini memberikan fondasi yang kuat bagi Pupuk Kaltim dalam memastikan keberlanjutan pasokan pupuk nasional.
Di saat yang sama, Pupuk Kaltim bersama Pupuk Indonesia memperkuat ketahanan pasokan bahan baku strategis lainnya melalui diversifikasi sumber, penguatan manajemen stok, serta koordinasi lintas entitas di lingkungan grup.
Sejalan dengan langkah-langkah tersebut, Pupuk Kaltim menerapkan operational excellence melalui optimalisasi proses produksi, penguatan tata kelola, dan manajemen risiko guna menjaga keandalan dan efisiensi operasional secara berkelanjutan.
Sebagai bagian dari penguatan efisiensi jangka panjang, Pupuk Kaltim telah merampungkan Revamping Ammonia Pabrik-2 yang merupakan proyek pertama yang diresmikan dalam program revitalisasi industri pupuk di bawah Pupuk Indonesia Grup.
Revamping ini berhasil menurunkan konsumsi gas sebesar 4 MMBTU per ton amonia atau lebih dari 10% dari kondisi sebelumnya, sehingga meningkatkan efisiensi produksi sekaligus mendukung kesinambungan
pasokan pupuk nasional.
VP Pengembangan Bisnis Pupuk Kaltim, Astri Agustina mengatakan bahwa modernisasi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat daya saing operasional perusahaan.
“Modernisasi ini dilakukan pada momentum yang tepat, ketika industri pupuk dituntut semakin efisien, andal dan adaptif. Upaya ini menjadi langkah penting dalam menjaga kesinambungan pasokan pupuk nasional secara berkelanjutan,” ujar Astri.
Selain revitalisasi fasilitas yang ada, Pupuk Kaltim juga tengah mengembangkan pabrik soda ash pertama di Indonesia yang dimulai sejak Oktober 2025. Selain mendukung kebutuhan industri nasional terhadap soda ash, pabrik ini juga akan menghasilkan amonium klorida yang dapat dimanfaatkan sebagai direct fertilizer (sumber nitrogen) atau campuran bahan baku NPK.
Penguatan Ekosistem dan Pemberdayaan Petani
Tidak hanya berfokus pada keandalan produksi dan pasokan, Pupuk Kaltim juga menstrong peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani melalui penguatan ekosistem pertanian yang berkelanjutan.
Melalui program Agrosolution, Pupuk Kaltim memberikan pendampingan menyeluruh kepada petani, mulai dari edukasi pertanian presisi, akses permodalan, hingga dukungan akses pasar (offtaker). Program ini tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi petani. Hingga 28 April 2026, program ini telah menjangkau 18.913 petani di lahan seluas 56.954,32 hektar.
Selain itu, program Pengembangan Kawasan Terpadu Berbasis Integrasi Sistem Agroenergi (PKT BISA) di Dusun Babadan, Kabupaten Magetan, terus diperkuat. Program mengintegrasikan sektor pertanian, peternakan, dan energi terbarukan melalui pemanfaatan limbah menjadi biogas, guna meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus mengurangi dampak
lingkungan.
“Melalui kinerja operasional yang andal, penguatan efisiensi, ketahanan bahan baku, serta pendampingan yang konsisten kepada petani, Pupuk Kaltim optimistis dapat terus memberikan kontribusi nyata dalam menjaga ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan,” tutup Anggono.















