Inspirasa.co – Rencana pengembangan kawasan industri dan pelabuhan peti kemas di Bontang Lestari dinilai harus dibarengi dengan kesiapan infrastruktur jalan yang memadai. Ketua Komisi C DPRD Bontang Alfin Rausan Fikry menegaskan, peningkatan akses jalan menuju kawasan tersebut menjadi salah satu pekerjaan rumah penting yang perlu segera dituntaskan pemerintah.
Menurutnya, pembangunan kawasan industri maupun pelabuhan tidak hanya berbicara soal investasi dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga kesiapan sarana pendukung agar aktivitas logistik dapat berjalan optimal dan aman bagi masyarakat.
Alfin mengungkapkan, beberapa ruas jalan menuju kawasan Bontang Lestari memang telah mengalami peningkatan kualitas dalam beberapa tahun terakhir. Salah satunya melalui program penebalan struktur jalan yang disiapkan untuk mendukung aktivitas kawasan industri.
Namun demikian, ia mengakui peningkatan tersebut belum dilakukan secara menyeluruh. Masih terdapat sejumlah titik jalan yang membutuhkan penguatan agar mampu menopang aktivitas kendaraan berat, terutama jika nantinya kawasan pelabuhan peti kemas benar-benar beroperasi.
“Memang belum total, tapi sudah ada perkembangan yang baik. Kalau dulu mungkin baru sekitar 20 persen, sekarang bisa dibilang sudah 40 persen. Artinya ada progres,” ujar Alfin.
Ia menilai, akses jalan menuju Bontang Lestari nantinya akan menjadi jalur utama kendaraan industri dan logistik. Karena itu, kualitas jalan harus benar-benar diperhatikan untuk menghindari kerusakan dini maupun potensi gangguan keselamatan pengguna jalan.
Menurut Alfin, keberadaan infrastruktur yang baik juga akan menjadi faktor penting dalam menarik minat investor masuk ke Bontang. Semakin baik konektivitas kawasan industri, maka semakin besar pula peluang pertumbuhan ekonomi daerah.
Selain itu, peningkatan jalan dinilai akan memberikan dampak langsung terhadap masyarakat sekitar. Aktivitas distribusi barang dan mobilitas kendaraan akan lebih lancar sehingga mendukung perkembangan kawasan permukiman maupun usaha baru di Bontang Lestari.
Politisi muda itu juga menegaskan pentingnya sinergi antara Pemerintah Kota Bontang dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam percepatan pembangunan akses jalan tersebut. Pasalnya, sebagian ruas jalan menuju kawasan industri kini berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi.
“Harus ada komunikasi yang intens antara pemerintah kota dan provinsi. Karena status jalannya sudah diambil alih provinsi, maka koordinasi harus terus dilakukan agar pembangunan bisa berjalan maksimal,” jelasnya.
Ia optimistis pemerintah tidak akan tinggal diam apabila proyek pengembangan pelabuhan dan kawasan industri di Bontang Lestari mulai direalisasikan. Menurutnya, kebutuhan infrastruktur pasti akan menjadi perhatian utama agar pengembangan kawasan berjalan sesuai rencana.
“Kalau memang ada rencana besar pembangunan di Bontang Lestari, tentu pemerintah juga pasti menyiapkan langkah-langkah pendukung, termasuk soal jalan,” pungkas Alfin. (BJS)















