Minggu, Juli 19, 2026
inspirasa.co
No Result
View All Result
  • Login
  • Advetorial
  • Budaya
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Advetorial
  • Budaya
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
No Result
View All Result
inspirasa.co
Home Info Terkini

Ancaman Militerisme dalam Kehidupan Demokrasi, Ruang Kebebasan Akademik Hingga Diskriminasi Sistem Peradilan

inspirasa.co by inspirasa.co
29 November 2025
in Nasional
0
Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan bekerjasama, Pusat SAKSI FH UNMUL, dan Jurnal PRISMA menggelar peluncuran Jurnal Prisma dan diskusi publik di Aula Fakultas Hukum Universitas Mulawarman. Jumat (28/11/2025) di Samarinda.

Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan bekerjasama, Pusat SAKSI FH UNMUL, dan Jurnal PRISMA menggelar peluncuran Jurnal Prisma dan diskusi publik di Aula Fakultas Hukum Universitas Mulawarman. Jumat (28/11/2025) di Samarinda.

1000
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Inspirasa.co – Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan bekerjasama, Pusat Studi Anti Korupsi Fakultas Hukum Universitas Mulawarman (SAKSI FH UNMUL), dan Jurnal PRISMA menggelar peluncuran Jurnal Prisma dan diskusi publik dengan tajuk “Hubungan Sipil dan Militer dalam Demokrasi: Menguatnya Militerisme dan Ancaman Kebebasan” di Aula Fakultas Hukum Universitas Mulawarman.

Diskusi ini dibuka langsung oleh Dekan FH Universitas Mulawarman, Dr. Rosmini, S.H., M.H. Pada Jumat (28/11/2025) di Samarinda.

Baca juga :

MK Ketuk Palu: Pilkada Tetap Langsung di Tangan Rakyat

Wujudkan Liveable City, Plaza Seremoni IKN Raih Penghargaan Lanskap Internasional

Gina Sabrina dari Tim Advokasi untuk Reformasi Sektor Keamanan, menguraikan menguatnya militerisme dalam kebebasan berekspresi dan berpendapat. Ia memaparkan kronik gejala militerisme dari monitoringnya sejak tahun 2018-2025.

Menurutnya ancaman terhadap kebebasan berpikir, berekspresi dan berpendapat telah dimulai sejak 2018 ketika TNI menyita buku-buku komunisme, dilanjutkan dengan penjagaan prajurit TNI semakin massif di aksi demonstrasi besar sejak 2019, seperti: Omnibus Law, Reformasi Dikorupsi, kasus Affan, bahkan ia juga mencatat pola penjagaan dengan menerjunkan Pasukan Komando Operasi Khusus (Koopsus), saat pembahasan perubahan UU TNI di Hotel Fairmont Jakarta dan terakhir dugaan inflitrasi demonstrasi di kasus demonstrasi Agustus 2025 lalu.

“Kesemua peristiwa menunjukkan sekuritisasi dan pendekatan koersif yang dikedepankan pemerintah dalam merespon kritik publik,” kata Gina Sabrina.

Menurut Gina ancaman tersebut bukan hanya ada di ruang kebebasan sipil secara umum, namun juga ruang akademik yang menjamin kebebasan akademik sebagai pilar utama pendidikan tinggi.

Ia mencatat pelbagai peristiwa TNI masuk kampus, seperti MoU TNI dengan sejumlah perguruan tinggi, dan intervensi dalam berbagai diskusi mahasiswa saat Revisi UU TNI.

“Ketika militer semakin sering mengintervensi ruang akademik maka menurutnya teror ketakutan akan membuat civitas akademika mengurungkan pendapatnya bahkan melakukan self cencosrhip terhadap kritik di ranah akademik,” jelas Gina.

Saiful Bahri, akademisi FISIP UNMUL mengamati pola militerisme sejak masa transisi demokrasi. Ia membandingkan kepemimpinan antara SBY dan Jokowi, dimana SBY yang berlatarbelakang militer justru menampilkan kepemimpinan sipil dan menjaga sendi-sendi demokrasi.

Sementara Jokowi sebagai representasi figur sipil justru menampilkan kepemimpinan militerisme dengan membuka ruang-ruang militerisasi dalam kehidupan sipil. Baginya hari ini praktik militerisme dan gejala orde baru mulai kembali ditampakkan lagi di rezim hari ini.

“Militer mulai masuk, mulai masuk dalam kehidupan masyarakat sipil, bahkan dalam konteks bisnis,” kata Saiful Bahri.

Ia memberikan contoh di Kalimantan Timur soal eksisnya tambang ilegal dan penguasaan lahan luas perkebunan sawit yang diduga kuat melibatkan para petinggi polisi dan militer baik yang aktif maupun purnawirawan. Menurutnya luka sejarah dan trauma masa lalu adalah hal yang tidak boleh terulang di masa depan.

Orin Gusta Andini, ketua SAKSI FH UNMUL menyoroti permasalahan buntunya reformasi peradilan militer. Pembedaan berdasarkan subyek hukum yang dianut hari ini menurutnya adalah diskriminasi dalam konteks sistem peradilan yang menyalahi konstitusi. Memilih peradilan bukan pada personal subyek hukumnya, tapi harus dalam ”tindak pidananya”.

Orin mengamati ketidakpastian ini berdampak pada impunitas dimana vonis-vonis yang dijatuhkan di peradilan militer rendah dan jauh dari rasa keadilan.

Pengajar FH Unmul ini memberikan perhatian serius terhadap kasus korupsi Basarnas, menurutnya diskriminasi terhadap subyek hukum hingga ditariknya kasus tersebut melalui mekanisme militer menjadi preseden buruk dan berdampak serius pada pemberantasan korupsi di Indonesia.

“Praktik baik di negara lain (Inggris, Jerman dan Australia) yang membedakan peradilan berdasarkan tindak pidana bukan subyek hukumnya,” jelas Orin.

Baginya, perubahan UU Peradilan Militer merupakan kebutuhan mendesak yang harus didasarkan pada prinsip demokrasi, HAM dan independensi militer.

Direktur Imparsial, Ardi Manto Adiputra, mengatakan bahwa Indonesia saat ini berada di bawah bayang-bayang ancaman militerisme.

“Pemerintahan Prabowo Subianto tengah melakukan rekonsolidasi militerisme, yaitu elit politik sipil dan militer yang mendorong dominasi militer dalam ranah sipil,” kata Ardi Manto Adiputra.

Salah satu indikator menguatnya militerisme hari ini adalah lebih dari 133 nota kesepahaman (MoU) yang telah dibuat antara TNI dan berbagai kementerian atau lembaga negara.

Keterlibatan TNI dalam urusan non-pertahanan melalui berbagai MoU tersebut tidak hanya menyalahi UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, tetapi juga mengikis prinsip supremasi sipil yang menjadi dasar reformasi sektor keamanan pasca-1998.

“Kondisi ini menghidupkan kembali pola lama di masa Orde Baru, di mana militer menjadi aktor serba bisa dan hadir dalam hampir semua sektor kehidupan masyarakat,” jelas Ardi Manto Adiputra.

Padahal, fungsi-fungsi tersebut seharusnya dijalankan oleh lembaga sipil yang memiliki mandat, kapasitas teknis, dan mekanisme pengawasan publik yang kuat. Jika hal ini terus dibiarkan, maka akan terjadi militerisasi kebijakan publik yang mengancam proses demokratisasi dan akuntabilitas pemerintahan sipil di Indonesia.

Selain itu, lonjakan anggaran pertahanan tahun 2025 yang mencapai Rp247,5 triliun, menjadi sinyal bahwa arah kebijakan negara tengah bergeser dari orientasi kesejahteraan rakyat menuju politik kontrol dan stabilitas keamanan.

Peningkatan alokasi untuk sektor keamanan tanpa transparansi dan kontrol publik berpotensi mempersempit ruang sipil, memperluas kewenangan aparat, dan melemahkan prinsip demokrasi konstitusional yang selama ini diperjuangkan pasca reformasi. (*)

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Terkait

ShareTweetShare
 
Next Post
Foto Istimewa BPBD Kabupaten Agam: Operasi pencarian dan pertolongan korban banjir dan tanah longsor masih terus dilakukan tim gabungan hingga hari ini, Sabtu (29/11/2025).

Update BNPB, 74 Orang Korban Meninggal Dunia Bencana Banjir Agam Sumatra Barat

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni usai melakukan penandatanganan Nota Kesepakatan bersama BPJS Kesehatan tahun 2025, di Rujab Wali Kota Bontang, Jumat (28/11/2025)

Pemkot Alokasikan Rp 24 Miliar untuk Iuran BPJS Kesehatan 54 Ribu Warga Bontang

Discussion about this post

POPULAR NEWS

Kaka Ade bersaudara?

Kaka Ade bersaudara?

3 Oktober 2021
Pelaku Penabrak Pengendara Motor di Depan Sekolah YPK Terancam di Hukum 6 Tahun Penjara

Pelaku Penabrak Pengendara Motor di Depan Sekolah YPK Terancam di Hukum 6 Tahun Penjara

8 Mei 2021
Foto Ilustrasi AI Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN).

Mendagri Tegaskan Aturan WFH Jumat ASN: Ponsel Wajib Aktif, Lokasi Dipantau Geo-location

5 April 2026
Foto ilustrasi AI

Soal Anggaran Rujab Rp25 Miliar, Seno Aji Sebut Ada Pengawasan Hingga Audit

4 April 2026
Puluhan warga di Desa Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara memperbaiki jalan provinsi Kaltim yang rusak parah pada Minggu (5/4/2026).

Jaga Marwah Kaltim, Warga Loa Kulu Kukar Patungan Tambal Jalan Rusak

7 April 2026

EDITOR'S PICK

Keterangan foto: Anggota Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia, Iffa Rosita saat melakukan kunjungan kerja di IKN

KPU Mulai Rancang Penataan Dapil dan Data Pemilih di IKN untuk Pemilu 2029

25 April 2026
Anggota Komisi III DPRD Bontang, Amir Tosina

Amir Tosina Soroti Banjir di Guntung, Minta Pemkot Maksimalkan Penanganan

29 Juli 2024
DPRD Samarinda Kawal Pembangunan 10 Insinerator, Solusi Baru Atasi Timbunan Sampah Kota

DPRD Samarinda Kawal Pembangunan 10 Insinerator, Solusi Baru Atasi Timbunan Sampah Kota

16 Oktober 2025
Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman hadir mengikuti jalannya Rapat Senat Terbuka Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nusantara (STIENUS) Sangatta dalam rangkaian agenda Wisuda ke-XI Tahun 2023, di Ruang Akasia Gedung Serba Guna (GSG) Bukit Pelangi Sabtu (18/11/2023) pagi.

Hadiri Rapat Senat STIENUS Sangatta, Bupati Ardiansyah Dorong Wisudawan Jadi Pengusaha

18 November 2023

Tentang Kami

Follow us

Berita Terbaru

  • Perkuat Pengawasan Partisipatif, Bawaslu dan JMSI Bontang Rancang MoU Strategis 15 Juli 2026
  • Komitmen Wujudkan Pendidikan Berkelanjutan, Pupuk Kaltim Salurkan Beasiswa PKTPP Rp4,6 Miliar untuk Anak Bontang 15 Juli 2026
  • Dua Kali Mangkir Mediasi, Kubu Ali Ridha Ragukan Itikad Baik Basri Rase: Siapkan Gugatan Balik! 13 Juli 2026
  • HIPMI Bontang 2026: Ini Strategi Adipt Maraja Selamatkan Pengusaha Bontang dari Pajak 22% 11 Juli 2026
Seedbacklink
  • Pedoman media siber
  • Privacy
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 inspirasa.co - Support By Inspirasi Cyber ICM KALTIM.

No Result
View All Result
  • Advetorial
  • Budaya
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 inspirasa.co - Support By Inspirasi Cyber ICM KALTIM.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version

Memuat Komentar...