Samarinda — Komisi II DPRD Kota Samarinda menyoroti belum optimalnya pemanfaatan sejumlah aset olahraga milik Pemerintah Kota Samarinda yang dinilai berpotensi menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Hingga kini, sejumlah fasilitas strategis belum dapat dikelola secara maksimal karena proses serah terima aset dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur masih belum rampung.
Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, mengatakan penyelesaian status aset menjadi hal mendesak agar pemerintah kota memiliki kepastian hukum dalam mengelola, memanfaatkan, hingga mengembangkan aset tersebut secara produktif.
“Kawasan Stadion Segiri beserta ruko-ruko penunjang yang berada di sekitarnya merupakan salah satu aset yang memiliki nilai ekonomi cukup besar apabila dikelola secara profesional,” ungkapnya, Kamis, (2/7/26).
Namun, hingga kini potensi tersebut belum dapat dimaksimalkan karena proses administrasi dan penyerahan aset masih berlangsung.
Kondisi tersebut, kata Iswandi, berdampak pada belum optimalnya pemanfaatan aset daerah untuk mendukung kegiatan olahraga, pengembangan pariwisata, maupun peningkatan pendapatan daerah.
Ia menilai penyelesaian proses serah terima harus menjadi perhatian pemerintah agar aset yang selama ini belum produktif dapat segera dimanfaatkan sesuai peruntukannya.
Selain persoalan aset, Komisi II juga kembali menegaskan pentingnya penguatan sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah.
“Samarinda memiliki potensi wisata yang cukup besar, namun belum didukung kelembagaan dan anggaran yang memadai,” tuturnya.
“Potensi pariwisata Samarinda sebenarnya besar, tetapi belum dikelola secara maksimal. Karena itu kami akan mendorong pemisahan dinas dan meminta pemerintah kota meninjau kembali alokasi anggaran untuk sektor pariwisata,” lanjutnya.
Menurutnya, pemisahan urusan pariwisata dan ekonomi kreatif dari Dinas Pemuda dan Olahraga akan membuat perencanaan program lebih fokus, memperkuat promosi destinasi, serta mempercepat pengembangan sektor ekonomi kreatif yang memiliki keterkaitan langsung dengan industri pariwisata.
DPRD berharap penyelesaian status aset olahraga dapat dipercepat sehingga seluruh fasilitas milik pemerintah daerah dapat dimanfaatkan secara optimal. Dengan dukungan kelembagaan yang lebih fokus, pengelolaan aset yang profesional, dan penguatan anggaran, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif diyakini mampu menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru sekaligus meningkatkan kontribusi PAD Kota Samarinda secara berkelanjutan.(adv)

















