Inspirasa.co — Rencana pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Kalimantan memicu perhatian serius DPRD Bontang. Ketua Komisi B DPRD Bontang, Rustam, menegaskan bahwa pemadaman ini bukan masalah lokal Kota Bontang, melainkan dampak dari pengaturan sistem kelistrikan terintegrasi di seluruh lintas Kalimantan.
Masyarakat pun diminta segera bersiap dan memantau jadwal resmi dari PLN guna mengantisipasi kerusakan elektronik dan kelumpuhan aktivitas harian.
“Harapan kami masyarakat Kota Bontang bersiap-siap mengantisipasi pemadaman ini. Karena pemadaman ini bukan hanya Kota Bontang, tetapi terjadi di lintas Kalimantan,” tegas Rustam saat menghadiri Rapat Paripurna Raperda P2APBD TA 2025 di Auditorium Tiga Dimensi, Jumat (3/7/2026).
Desak PLN Percepat Overhaul Pembangkit
Rustam membeberkan, pemadaman serentak ini dipicu oleh pekerjaan pemeliharaan jaringan (maintenance) skala besar dan proses overhaul di sejumlah unit pembangkit secara bersamaan. Akibatnya, defisit daya memaksa PLN melakukan pengaturan beban di berbagai daerah.
Merespons keluhan massal warga, DPRD dan Pemerintah Kota Bontang langsung menggedor manajemen PLN untuk menuntut kepastian penanganan.
1. Hasil Komitmen: PLN berjanji mempercepat proses perbaikan demi memangkas durasi pemadaman.
2. Tuntutan DPRD: PLN wajib membuka informasi secara transparan mengenai progres perbaikan di lapangan agar masyarakat mendapat kepastian.
Menjawab keresahan warga terkait risiko kerusakan alat elektronik akibat tegangan yang tidak stabil, Rustam memberikan instruksi taktis:
1. Pantau Jalur Resmi: Jangan abaikan jadwal yang disebar PLN melalui media massa, media sosial, hingga grup WhatsApp RT.
2. Cabut Perangkat: Putuskan sambungan listrik pada perangkat elektronik yang sedang tidak digunakan sebelum jadwal pemadaman dimulai.
3. Manajemen Aktivitas: Sesuaikan jadwal rumah tangga dan usaha dengan waktu pemadaman untuk menekan kerugian ekonomi.
“Saya minta masyarakat ikuti jadwal yang sudah dikirim di forum-forum RT. Dengan kesiapan matang, kita bisa meminimalkan risiko kerusakan dan gangguan aktivitas,” pungkasnya.
















