Inspirasa.co – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendeteksi sebanyak 1.487 titik panas yang berpotensi menjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tersebar di sebagian besar Pulau Kalimantan.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, mengatakan sebagaimana data pemantauan Satelit NOAA-20 hingga Kamis (20/8), konsentrasi titik panas tertinggi berada di Kalimantan Tengah sebanyak 767 titik dan Kalimantan Barat sebanyak 560 titik.
“Sementara itu di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur masing-masing terdeteksi 74 titik, serta Kalimantan Utara sebanyak tiga titik,” kata dia dilansir dari antaranews.com.
Menurut dia, sebaran titik panas tersebut menjadi perhatian serius pemerintah untuk dicegah agar tidak meluas menjadi karhutla.
Dalam hal ini, pemerintah pusat melalui BNPB siap memperkuat kemampuan pemerintah daerah untuk melakukan pemantauan intensif, memetakan wilayah rawan, hingga langkah penanganan darurat berdasarkan kondisi dinamis di lapangan.
“Untuk mengantisipasi agar dampaknya tidak meluas, BNPB bersama pemerintah daerah terus memperkuat kesiapsiagaan, pemantauan, serta deteksi dini terhadap potensi karhutla dan memastikan ketersediaan sarana prasarana pemadaman,” kata dia.
BNPB, menurut dia juga mengajak masyarakat agar bisa bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan menyosialisasikan gerakan kesadaran untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan selama periode kemarau tahun ini yang lebih kering karena aktifnya fenomena El Nino.















