Kamis, Mei 7, 2026
inspirasa.co
No Result
View All Result
  • Login
  • Advetorial
  • Budaya
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Advetorial
  • Budaya
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
No Result
View All Result
inspirasa.co
Home Info Terkini

Kritik Jatam Penghentian Sementara 36 Perusahaan Tambang Batubara di Kaltim Tidak Tegas Hanya Ritual Administratif

inspirasa.co by inspirasa.co
23 September 2025
in Daerah, Lingkungan
0
Foto Kolase: Lubang Tambang Milik PT Kencana Wilsa di Kabupaten Kutai Barat Yang Tidak Direklamasi Hingga Saat Ini dan Lubang Tambang Milik CV Arjuna di Kecamatan Makroman, Salah Satu Bukti Praktek Korupsi Dana Jaminan Reklamasi. Dok Jatam Kaltim.

Foto Kolase: Lubang Tambang Milik PT Kencana Wilsa di Kabupaten Kutai Barat Yang Tidak Direklamasi Hingga Saat Ini dan Lubang Tambang Milik CV Arjuna di Kecamatan Makroman, Salah Satu Bukti Praktek Korupsi Dana Jaminan Reklamasi. Dok Jatam Kaltim.

381
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Inspirasa.co – Keputusan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menghentikan sementara 36 perusahaan dari 190 perusahaan tambang batu bara di Kalimantan Timur dinilai belum menyentuh akar persoalan.

Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim bahkan dengan tegas menyebut kebijakan itu sebatas “ritual administratif” dan sekadar drama birokrasi yang tidak memberi keadilan bagi rakyat.

Baca juga :

Dongkrak PAD, DPRD Bontang Bidik Pendapatan dari Aset Videotron Dorong Skema Kerja Sama Perusahaan

Satu Dekade Tak Berubah dan Nihil Temuan BPK, Andi Faizal Usul Dana Parpol Bontang Layak Naik

“Penghentian sementara seolah-olah memberi pesan bahwa pemerintah tegas. Padahal, mayoritas perusahaan tambang di Kalimantan Timur beroperasi dengan model bisnis yang sama, ekspor batubara, raup untung, tinggalkan lubang,” tegas Jatam Kaltim dalam keterangan tertulisnya yang diterima media ini, Selasa (23/9/2025).

Menurut Jatam, praktik sanksi di dunia pertambangan sering kali hanya menjadi pintu tawar-menawar antara pemerintah dan perusahaan. Alih-alih memberi efek jera, sanksi justru berujung pada penyelesaian administratif atau pembayaran denda yang tak sebanding dengan kerusakan ekologis.

Kasus yang menjerat CV Arjuna, menurut Jatam, merupakan contoh nyata penyimpangan. Perusahaan itu bermasalah dalam penyetoran dana jaminan reklamasi (jamrek) dan terindikasi melibatkan pejabat dalam praktik rente. “CV Arjuna hanyalah puncak gunung es. Di bawahnya, puluhan bahkan ratusan perusahaan bermain dalam lingkaran yang sama: setoran, pembiaran, dan kolusi,” ungkap Jatam.

Selain kerusakan lingkungan, Jatam menyoroti persoalan korban jiwa akibat lubang tambang yang tidak direklamasi.

Sejak 2011 hingga 2025, tercatat 49 korban meninggal dunia. Namun hanya satu kasus yang pernah diproses hukum, itu pun dengan vonis yang dianggap tidak adil. Putusan dua bulan kurungan dan denda seribu rupiah dinilai sangat melukai dan tidak memenuhi rasa keadilan bagi keluarga korban.

Secara tegas Jatam menyebut bahwa penghentian sementara ini tidak lebih dari sandiwara belaka. “Bagi kami, penghentian sementara hanyalah drama birokrasi. Tanpa keterbukaan data, tanpa proses hukum pidana, tanpa pemulihan wilayah, dan tanpa jaminan perlindungan masyarakat, langkah ini tidak lebih dari transaksi kotor di balik meja kekuasaan,” tegas mereka.

Berdasarkan berbagai persoalan ini, Jatam mengajukan empat tuntutan penting. Mereka menegaskan penghentian sementara tidak akan berarti tanpa langkah nyata. Adapun keempat tuntutan itu di antaranya:

1. Reklamasi dan revegetasi nyata, bukan administrasi. Seluruh perusahaan wajib menutup lubang tambang sesuai standar keselamatan serta memulihkan vegetasi dengan spesies asli.

2. Transparansi dan akuntabilitas dana jamrek. Pemerintah harus membuka besaran dana yang disetor, lokasi penyimpanan, serta penggunaannya, termasuk melakukan audit independen.

3. Pertanggungjawaban atas 49 korban jiwa. Perusahaan harus dipaksa bertanggung jawab secara pidana maupun perdata, serta menutup lubang-lubang yang telah menelan korban.

4. Keterlibatan masyarakat dalam pemulihan. Warga terdampak harus dilibatkan sejak perencanaan hingga pengawasan agar pemulihan benar-benar berpihak pada rakyat.

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Terkait

ShareTweetShare
 
Next Post
Foto ilustrasi

Ujian Berat Pemda, Dana TKD Disepakati Rp 693 T di Tahun 2026 Terpangkas Rp 171 T

Foto istimewa: Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni kunjungi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama rombongan Apeksi kala memperjuangkan dana transfer daerah.

Dana Transfer Pusat Rp 912 Miliar, APBD 2026 Bontang Optimis Sentuh Rp 2,1 T, Maksimalkan Program Pro Rakyat

Discussion about this post

POPULAR NEWS

Kaka Ade bersaudara?

Kaka Ade bersaudara?

3 Oktober 2021
Pelaku Penabrak Pengendara Motor di Depan Sekolah YPK Terancam di Hukum 6 Tahun Penjara

Pelaku Penabrak Pengendara Motor di Depan Sekolah YPK Terancam di Hukum 6 Tahun Penjara

8 Mei 2021
Foto Ilustrasi AI Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN).

Mendagri Tegaskan Aturan WFH Jumat ASN: Ponsel Wajib Aktif, Lokasi Dipantau Geo-location

5 April 2026
Foto ilustrasi AI

Soal Anggaran Rujab Rp25 Miliar, Seno Aji Sebut Ada Pengawasan Hingga Audit

4 April 2026
Puluhan warga di Desa Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara memperbaiki jalan provinsi Kaltim yang rusak parah pada Minggu (5/4/2026).

Jaga Marwah Kaltim, Warga Loa Kulu Kukar Patungan Tambal Jalan Rusak

7 April 2026

EDITOR'S PICK

Baru 1.500 Pelajar Bontang Disuntik Vaksin; PTM Digelar, Jika 60 Persen Pelajar Sudah Terjangkau Vaksin

Baru 1.500 Pelajar Bontang Disuntik Vaksin; PTM Digelar, Jika 60 Persen Pelajar Sudah Terjangkau Vaksin

19 Agustus 2021
Sarkowi Zahry Soroti Krisis Daya Tampung Sekolah Negeri di Kukar: Akses Pendidikan Masih Timpang

Sarkowi Zahry Soroti Krisis Daya Tampung Sekolah Negeri di Kukar: Akses Pendidikan Masih Timpang

15 Juni 2025
Sutomo-Nasrullah Dorong 9 Kampung Adat, Budaya Lokal Jadi Penggerak Ekonomi Bontang

Sutomo-Nasrullah Dorong 9 Kampung Adat, Budaya Lokal Jadi Penggerak Ekonomi Bontang

24 Oktober 2024
Semarak Muktamar Muhammadiyah, Peningkatan  Karakter Pemuda Berkarya Menuju Indonesia Emas 2045

Semarak Muktamar Muhammadiyah, Peningkatan Karakter Pemuda Berkarya Menuju Indonesia Emas 2045

9 Oktober 2022

Tentang Kami

Follow us

Berita Terbaru

  • Dongkrak PAD, DPRD Bontang Bidik Pendapatan dari Aset Videotron Dorong Skema Kerja Sama Perusahaan 7 Mei 2026
  • Satu Dekade Tak Berubah dan Nihil Temuan BPK, Andi Faizal Usul Dana Parpol Bontang Layak Naik 7 Mei 2026
  • Agus Haris Hadiri Pelantikan Pengurus YJI Bontang: Dorong Pola Hidup Sehat Mulai dari Keluarga 7 Mei 2026
  • Wali Kota Bontang Sabet Penghargaan Terbaik I Tingkat Kota dari Kemendagri Mampu Tekan Pengangguran 6 Mei 2026
Seedbacklink
  • Pedoman media siber
  • Privacy
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 inspirasa.co - Support By Inspirasi Cyber ICM KALTIM.

No Result
View All Result
  • Advetorial
  • Budaya
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 inspirasa.co - Support By Inspirasi Cyber ICM KALTIM.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version

Memuat Komentar...