Inspirasa.co – Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Bontang amankan dua remaja yang melakukan aksi vandalisme di kawasan pedestrian Jalan Ahmad Yani, Kota Bontang, Kaltim, pada Jumat (5/6/2026) sekitar pukul 17.00 Wita.
Kedua remaja tersebut berinisial EA (19) dan AM (15). Satu pelaku berstatus pelajar aktif, sementara satunya lagi telah putus sekolah.
Kapolres Bontang melalui Kasat Reskrim Iptu Putu Ari Sanjaya Putra menjelaskan, pihaknya mengedepankan asas ultimum remedium—sebuah prinsip di mana hukum pidana hanya dijadikan senjata pamungkas atau opsi paling terakhir. Pun setelah pihak kepolisian melakukan pendataan, kedua pelaku pun tidak diproses secara pidana.
“Karena salah satu pelaku masih di bawah umur, kami menekankan aspek pembinaan. Kami berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Kota Bontang serta Satpol PP untuk melakukan pembinaan khusus,” ujar Iptu Putu Ari.
Langkah persuasif ini diambil dengan harapan kedua remaja tersebut bisa menyadari kesalahan fatal mereka dan tidak mengulangi perbuatannya. Iptu Putu juga mengingatkan bahwa menjaga fasilitas publik adalah tanggung jawab kolektif, bukan hanya tugas pemerintah atau aparat.
“Fasilitas umum menjadi tanggung jawab bersama untuk dijaga,” pungkasnya.
Sebelumnya aksi vandalisme itu dilaporkan warga terjadi pada Kamis (4/6/2026) dini hari. Warga melaporkan adanya sekelompok orang yang diduga merusak pot bunga di kawasan Jalan Ahmad Yani.
Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi melakukan penyelidikan dan mengamankan dua terduga pelaku pada Jumat (5/6/2026) sekitar pukul 17.00 Wita.
Diberitakan sebelumnya, aksi vandalisme ini terekam dalam CCTV Pemkot Bontang berdurasi 33 detik.
Dalam rekan tampak 2 pemuda di area trotoar, melakukan aksi perusakan terhadap fasilitas publik di lokasi tersebut.
Merespons kejadian ini, Lurah Api-Api, Fachrizal, mengecam tindakan tersebut. Ia menegaskan bahwa seluruh fasilitas pedestrian dibangun menggunakan anggaran negara demi kenyamanan masyarakat luas, sehingga sudah sepatutnya dijaga bersama.
“Fasilitas ini dibangun menggunakan anggaran pemerintah untuk kepentingan masyarakat bersama. Sangat disayangkan dan miris sekali jika justru dirusak seperti ini,” ujar Fachrizal dengan nada kecewa.
Pihak Kelurahan Api-Api bergerak cepat dan meminta instansi terkait segera melacak identitas para pelaku melalui rekaman CCTV yang ada di sekitar lokasi kejadian.
Fachrizal menegaskan, kasus ini harus diusut tuntas. Jika identitas pelaku sudah mengantongi kejelasan, ia meminta aparat penegak Perda mengambil tindakan hukum yang tegas demi memberikan efek jera.















