Inspirasa.co – Pemkot Bontang mematangkan persiapan Operasi Timbang Serentak yang dijadwalkan bergulir pada 9–13 Juni 2026 mendatang. Langkah awal dimulai dengan menggelar koordinasi dan refreshing bagi ratusan kader posyandu se-Kota Bontang, Sabtu (6/6/2026) di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang.
Agenda strategis yang berlangsung di [Nama Lokasi/Gedung] ini dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, jajaran Dinas Kesehatan (Dinkes), kepala puskesmas, serta para kader posyandu yang menjadi ujung tombak di lapangan.
Dalam arahannya, Agus Haris menegaskan bahwa Operasi Timbang Serentak bukan sekadar agenda rutin, melainkan instrumen krusial untuk memotret data riil kondisi gizi bayi dan balita di Kota Taman. Data yang akurat dinilai menjadi kunci utama dalam memutus mata rantai stunting.
Pemerintah daerah, lanjut dia, telah menyiapkan strategi berlapis. Mulai dari penguatan koordinasi lintas sektor hingga upgrading kapasitas para kader posyandu agar proses pengukuran di lapangan minim kekeliruan.
“Target yang ingin kita capai tidak ringan. Karena itu, seluruh unsur harus memiliki semangat dan komitmen yang sama untuk menyukseskan operasi timbang sekaligus menekan angka stunting,” tegas Agus Haris, Sabtu (6/6/2026).
Politisi senior ini membeberkan, hasil dari operasi timbang ini nantinya akan langsung dikonversi menjadi basis data intervensi bagi anak-anak yang terindikasi mengalami masalah pertumbuhan.
Pemkot Bontang bahkan mematok tenggat waktu 14 hari pasca-pelaksanaan untuk merampungkan pemetaan data. Langkah penanganan selanjutnya akan langsung mengerahkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
“Kader posyandu adalah ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat. Kami minta proses pendataan dan pemantauan dilakukan secara maksimal dan presisi,” imbuhnya.
Di tempat yang sama, manajemen Dinkes bersama puskesmas memastikan telah membangun komunikasi intensif dengan pihak kecamatan, kelurahan, hingga jajaran Ketua RT. Langkah ini diambil guna menjamin mobilisasi massa berjalan optimal dan seluruh sasaran balita dapat terjaring.
Melalui pembekalan dan refreshing ini, Pemkot Bontang berharap seluruh kader memiliki frekuensi yang sama terkait mekanisme pelaksanaan, tata cara pendataan, hingga sistem pelaporan digital yang efektif.
Sebagai informasi, Operasi Timbang Serentak tahun ini membidik ribuan bayi dan balita di Bontang. Agenda ini menjadi pilar utama daerah dalam memperkuat deteksi dini masalah gizi buruk sekaligus mengakselerasi penurunan prevalensi stunting secara nasional. (Ima)

















