Inspirasa.co – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, memberikan instruksi tegas agar penanganan sampah, khususnya di wilayah laut dan pesisir, dapat dituntaskan sepenuhnya paling lambat pada tahun 2026.
Penegasan tersebut disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
Neni menyoroti masih adanya tumpukan sampah di sejumlah titik pesisir yang dinilai dapat merusak estetika dan ekosistem kota.
“Kita lihat kemarin masih banyak sampah di pesisir, ini tidak bisa dibiarkan. Harus kita selesaikan bersama,” tegas Neni, Selasa (7/4/2026).
Kolaborasi Lintas Sektor
Menurutnya, beban pengelolaan lingkungan tidak boleh hanya bertumpu pada pundak pemerintah daerah semata. Dibutuhkan sinergi masif dari berbagai pihak, termasuk keterlibatan aktif unsur TNI untuk melakukan penanganan yang lebih terkoordinasi di lapangan.
“Kita punya banyak potensi kekuatan, tinggal bagaimana kita bergerak bersama untuk menyelesaikan masalah ini,” tambahnya.
Penguatan Bank Sampah dan Target Nasional
Langkah nyata Pemkot Bontang dalam mengelola sampah sebenarnya telah menunjukkan progres signifikan. Hingga tahun 2025, tercatat sebanyak 317 unit bank sampah telah terbentuk dan beroperasi di berbagai wilayah.
Keberhasilan ini membawa Bontang masuk dalam radar nasional sebagai kota yang berpeluang meraih penghargaan bergengsi di bidang kebersihan. Namun, Neni menekankan bahwa tujuan akhirnya bukan sekadar trofi atau piagam.
Harapan Insentif Fiskal
Pemkot Bontang berharap pemerintah pusat memberikan perhatian lebih melalui dukungan anggaran yang konkret. Mengingat besarnya biaya operasional pengelolaan lingkungan, Neni mendorong adanya insentif fiskal sebagai bentuk apresiasi atas komitmen daerah.
“Kita harapkan ada insentif fiskal, bukan hanya penghargaan. Karena pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan membutuhkan dukungan anggaran yang besar,” pungkasnya.
Melalui strategi ini, Pemkot Bontang optimis dapat menciptakan kawasan pesisir yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

















Discussion about this post