Inspirasa.co – Kebutuhan hunian layak di kawasan Bontang Lestari kembali menjadi perhatian DPRD Bontang. Ketua Komisi A DPRD Bontang, Heri Keswanto, mendorong pemerintah daerah segera mengupayakan pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) baru di wilayah tersebut.
Usulan itu mengemuka dalam rapat kerja bersama Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan) Bontang. Menurut Heri, keberadaan Rusunawa Bontang Lestari akan menjadi solusi bagi banyak masyarakat berpenghasilan rendah yang hingga kini belum memiliki rumah sendiri.
Ia menuturkan, masih banyak kepala keluarga di kawasan tersebut yang tinggal di atas lahan milik orang lain. Kondisi itu membuat mereka kesulitan memperoleh bantuan pemerintah, termasuk program rehabilitasi rumah tidak layak huni.
“Di Bontang Lestari masih banyak warga yang belum mempunyai rumah sendiri. Mereka tinggal di atas tanah milik orang lain. Akibatnya, meski rumah yang ditempati sudah beberapa kali disurvei dan dinyatakan tidak layak, tetap tidak bisa menerima bantuan karena persoalan status lahan,” ujar Heri.
Politikus Partai Gerindra itu menilai pembangunan Rusunawa tidak hanya menjawab persoalan kebutuhan tempat tinggal masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi perkembangan kawasan industri di Bontang Lestari.
Menurutnya, pemerintah perlu memikirkan sejak dini ketersediaan hunian bagi tenaga kerja yang diperkirakan akan terus bertambah seiring masuknya investasi di kawasan tersebut.
“Bontang Lestari sudah diarahkan menjadi kawasan industri. Ketika industri berkembang, tentu akan banyak pekerja dari luar daerah yang datang. Mereka juga membutuhkan tempat tinggal yang layak. Karena itu, pembangunan Rusunawa menjadi kebutuhan yang harus dipersiapkan dari sekarang,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Heri juga mempertanyakan status tiga Rusunawa yang saat ini telah berdiri di Kota Bontang. Ia ingin memastikan proses pengusulan pembangunan Rusunawa baru masih memungkinkan dilakukan melalui pemerintah pusat.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perkimtan Bontang, Usman, menjelaskan bahwa seluruh Rusunawa yang ada merupakan bantuan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Ia mengatakan pembangunan ketiga Rusunawa tersebut merupakan hasil usulan pemerintah daerah yang mendapat dukungan berbagai pihak, termasuk DPRD Bontang.
“Rusun yang ada sekarang seluruhnya merupakan bantuan dari kementerian. Pembangunannya berasal dari usulan pemerintah daerah yang terus dikawal hingga terealisasi,” jelas Usman.
Ia memastikan peluang mendapatkan tambahan Rusunawa masih terbuka selama pemerintah daerah mampu menyiapkan proposal yang memenuhi persyaratan kementerian.
Bahkan, kawasan Bontang Lestari dinilai memiliki peluang cukup besar karena hingga kini belum memiliki fasilitas Rusunawa.
“Kami siap mengusulkan pembangunan Rusunawa baru. Yang terpenting proposalnya disusun dengan baik dan mendapat dukungan bersama agar bisa diperjuangkan sampai ke kementerian,” pungkasnya.
Usulan pembangunan Rusunawa Bontang Lestari diharapkan tidak hanya menjadi solusi atas persoalan keterbatasan hunian masyarakat berpenghasilan rendah, tetapi juga memperkuat kesiapan daerah dalam mendukung pertumbuhan kawasan industri yang diproyeksikan menjadi salah satu pusat ekonomi baru di Kota Bontang.

















