Inspirasa.co – Menjelang bursa pemilihan Ketua Umum Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kota Bontang periode 2026–2029 pada 8 Agustus mendatang, Adipt Maraja tancap gas membawa misi taktis. Ia siap merombak pola pikir pengusaha lokal agar mampu bertahan di tengah badai kenaikan pajak nasional.
Sebagai kandidat kuat yang melenggang dengan dukungan dominan (64 KTA terverifikasi), Adipt menegaskan bahwa visi besarnya bukan sekadar memenangkan kontestasi, melainkan menyelamatkan sektor UMKM dan jasa konstruksi lokal dari ketidaktahuan regulasi.
Siasati Pajak Nasional Melalui PT Perorangan
Menyikapi keresahan pelaku usaha terkait isu kenaikan pajak, Adipt menilai aturan tersebut adalah ketetapan nasional yang tidak bisa dilawan, namun sangat bisa disiasati secara legal dan cerdas.
“Banyak teman pengusaha di Bontang, khususnya di sektor UMKM dan jasa konstruksi, terjebak mindset lama. Mereka mengira bikin perusahaan harus selalu lewat notaris dengan badan hukum konvensional. Akibatnya, mereka tercekik biaya pendirian yang mahal dan beban pajak perusahaan biasa yang mencapai 22%,” ungkap Adipt Sabtu (11/7/2026).
Melihat kekeliruan tersebut, Adipt membawa misi penyelamatan melalui digitalisasi dan pemanfaatan regulasi baru, yaitu PT Perorangan. Solusi ini dinilai menjadi senjata pamungkas bagi pengusaha lokal karena:
1. Pangkas Pajak Drastis: Berbeda dengan PT biasa (22%), PT Perorangan hanya dikenakan pajak final 0,5% dari omset.
2. Modal Pendirian Minim: Biaya registrasi sangat murah, tidak sampai Rp100.000 dan tanpa memerlukan akta notaris.
3. Legalitas Proyek Pemerintah: Sah dan valid digunakan untuk keperluan pengadaan barang/jasa serta proyek konstruksi dengan batasan omset hingga Rp4,8 Miliar per tahun.
Program Prioritas HIPMI Bontang Sebagai Pusat Edukasi dan Advokasi
Jika diberi amanah memimpin HIPMI Bontang periode 2026–2029, Adipt berkomitmen penuh untuk menggeser peran organisasi menjadi lebih berdampak nyata pada isi dompet para anggotanya.
HIPMI Bontang akan mendirikan wadah khusus untuk membekali pengusaha mikro dan menengah agar melek struktur perpajakan (Membentuk Forum Edukasi Pajak Spesifik).
Melakukan pendampingan langsung (bimbingan teknis) peralihan izin usaha konvensional menjadi PT Perorangan bagi para kader (Fasilitasi Massal PT Perorangan).
Di luar isu eksternal, Adipt juga berkomitmen merangkul kembali dinamika internal pasca-verifikasi dokumen pencalonan. Ia mengapresiasi ke-6 bakal calon yang sempat bertarung, dan siap menyatukan kembali visi mereka demi kemajuan pengusaha muda Bontang.
“HIPMI Bontang ke depan harus menjadi jembatan proteksi. Kita tidak bisa mengubah aturan pusat, tapi kita bisa membekali pengusaha lokal dengan strategi regulasi agar mereka tetap bisa tumbuh besar, efisien, dan legal,” pungkas Adipt optimis.















