Inspirasa.co – Bursa pemilihan Ketua Umum Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kota Bontang periode 2026–2029 dipastikan memanas tanpa rival.
Ketua Steering Committee (SC) Musyawarah Cabang (Muscab) IX BPC HIPMI Kota Bontang Sudirman Saddu menyampaikan, dari enam bakal calon (balon) yang mengembalikan formulir pendaftaran, hanya satu nama yang dinyatakan lolos verifikasi dokumen oleh Steering Committee (SC) Musyawarah Cabang (Muscab) IX, yaitu Adipt Maraja.
Lima bakal calon lainnya Ahmad Nugraha, Satriana Taddu, Yusril Ihza Mahendra, Imam Ahmad Riskan, dan Tri Ismawaty dinyatakan gugur karena tak memenuhi persyaratan administratif yang ketat.
Ketua Steering Committee Muscab IX HIPMI Bontang menjelaskan bahwa proses verifikasi dokumen yang berakhir pada Jumat (10/7/2026) malam pukul 21.30 WITA, berjalan sangat ketat. Dari 12 hingga 13 item persyaratan yang diwajibkan, batu sandungan terbesar bagi mayoritas bakal calon adalah batas minimal 25 surat dukungan anggota.
“Dari total enam bakal calon yang mengembalikan formulir, hanya saudara Adipt Maraja yang dokumennya dinyatakan memenuhi seluruh kriteria dan lolos verifikasi,” ujarnya saat membacakan Berita Acara Penetapan dalam konprensi pers, Sabtu (11/7/2026) sore.
Ketatnya persaingan dukungan
Yusril Ihza Mahendra hanya mampu mengumpulkan 21 dukungan (kurang 4 dukungan dari batas minimal), Adib Maraja melenggang dominan dengan mengantongi 64 dukungan sah, secara total, ada 96 surat dukungan yang masuk ke meja panitia, namun beberapa di antaranya gugur karena tidak terdeteksi atau tidak valid.
Selain masalah dukungan, beberapa kandidat juga dinyatakan gugur karena tidak mampu melengkapi berkas penting lainnya hingga batas waktu yang ditentukan. Persyaratan tersebut meliputi kelengkapan legalitas dokumen perusahaan, sertifikat Diklatcab, draf visi-misi, SKCK.
Menanggapi biaya pendaftaran sebesar Rp50 juta per kandidat yang sudah masuk, panitia menegaskan prinsip transparansi. Mengingat hanya satu calon yang lolos, sisa anggaran yang tidak terpakai dalam pelaksanaan Muscab akan dialokasikan seefisien mungkin.
Semua penggunaan dana akan dilaporkan secara akuntabel dalam Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dan diserahkan kepada pengurus periode berikutnya untuk menunjang kegiatan-kegiatan HIPMI Bontang ke depan.
Tahapan Selanjutnya Rapat Pleno dan Muscab
Meski menyisakan calon tunggal, tahapan organisasi akan tetap berjalan sesuai AD/ART. Langkah selanjutnya yang akan diambil BPC HIPMI Bontang adalah melakukan asistensi kembali dengan Badan Pengurus Daerah (BPD) HIPMI Kalimantan Timur.
Setelah asistensi, panitia akan menggelar Rapat Pleno untuk menentukan jumlah hak suara kepesertaan, yang terbagi menjadi; Hak Suara Penuh (Peserta Biasa) dan Hak Suara Peninjau.
Puncak dari kontestasi ini adalah gelaran Musyawarah Cabang (Muscab) IX BPC HIPMI Bontang yang dijadwalkan berlangsung pada 8 Agustus 2026 di Auditorium Tiga Dimensi, Kota Bontang.
Dengan status Adipt Maraja sebagai calon tunggal yang lolos verifikasi, Muscab IX mendatang kemungkinan besar akan menjadi panggung aklamasi bagi pengusaha muda tersebut untuk memimpin HIPMI Kota Bontang selama tiga tahun ke depan.















