Samarinda — Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Sani Bin Husain, menegaskan investasi yang masuk ke daerah tidak cukup hanya dinilai dari besarnya nilai modal atau jumlah perusahaan yang beroperasi. Menurutnya, investasi harus mampu menghasilkan manfaat ekonomi yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Sani menilai pemerintah daerah perlu memastikan setiap investor membuka ruang yang lebih besar bagi tenaga kerja lokal dan pelaku usaha daerah agar pertumbuhan ekonomi yang tercipta tidak hanya berpusat pada aktivitas perusahaan.
“Investasi tentu kita sambut, tetapi perusahaan juga harus memberikan ruang lebih besar kepada tenaga kerja lokal dan pelaku UMKM supaya manfaat ekonominya benar-benar kembali ke masyarakat,” ujarnya, Sabtu (27/6/26).
Menurut dia, masih terdapat pola investasi yang berjalan tanpa keterhubungan kuat dengan ekonomi lokal. Dalam praktiknya, sebagian perusahaan masih mengandalkan tenaga kerja dari luar daerah maupun rantai pasok yang belum banyak melibatkan pelaku usaha setempat.
Kondisi tersebut dinilai membuat dampak ekonomi investasi belum sepenuhnya dirasakan masyarakat Samarinda.
Karena itu, Sani mendorong pemerintah mulai memperkuat arah kebijakan investasi agar lebih inklusif dan berorientasi pada pemberdayaan ekonomi daerah. Bentuknya dapat dilakukan melalui kemitraan dengan UMKM, pemanfaatan jasa lokal, hingga pembukaan akses kerja yang lebih luas bagi masyarakat.
Ia menilai keterlibatan pelaku usaha lokal tidak hanya memperbesar perputaran ekonomi, tetapi juga menciptakan peluang usaha baru dan memperkuat daya tahan ekonomi daerah dalam jangka panjang.
“Ketika perusahaan menggandeng pelaku usaha lokal, efek ekonominya akan jauh lebih besar. Perputaran usaha tumbuh dan masyarakat juga punya ruang berkembang,” katanya.
Lebih lanjut, Sani menegaskan investasi seharusnya menjadi instrumen pembangunan ekonomi yang memberi nilai tambah bagi masyarakat, bukan hanya menghasilkan angka pertumbuhan di atas kertas.
Menurutnya, keberhasilan investasi perlu diukur dari bertambahnya lapangan kerja, meningkatnya pendapatan warga, serta tumbuhnya kapasitas usaha lokal yang mampu bersaing dan berkembang.
DPRD Samarinda pun berharap pemerintah dapat memperkuat regulasi dan mekanisme investasi yang mendorong keterlibatan masyarakat lokal agar setiap investasi yang masuk benar-benar menjadi penggerak ekonomi yang berkelanjutan.(adv)

















