Rabu, Agustus 5, 2026
inspirasa.co
No Result
View All Result
  • Login
  • Advetorial
  • Budaya
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Advetorial
  • Budaya
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
No Result
View All Result
inspirasa.co
Home Daerah

Napi Lapas Kelas II Bontang Meninggal Dunia dengan Luka Lebam, Keluarga Minta Diusut Tuntas, Lapas Beberkan Hasil Diagnosis

inspirasa.co by inspirasa.co
11 Maret 2025
in Daerah
0
Foto: Kepala Lapas Kelas II A Bontang, Suranto saat diwawancara awak media pada Selasa (11/3/2025).

Foto: Kepala Lapas Kelas II A Bontang, Suranto saat diwawancara awak media pada Selasa (11/3/2025).

418
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Inspirasa.co – Seorang narapidana Lapas Kelas II A Bontang berinisial D (25) meninggal dunia, diduga setelah mendapat tindak kekerasan di dalam lapas.

Kasus ini ramai mencuat setelah video jenasah narapidana ini ramai beredar di media sosial Facebook dengan luka lebam di tubuhnya,pada Selasa (11/3/2025).

Baca juga :

Nostalgia Era 90-an: Galatua Reborn Sapa Warga Bontang di Lembah Permai Fair

Tokoh Pemersatu, Mantan Ketua DPRD Awal Pemekaran Bontang Umar Amrullah Tanatta Tutup Usia

Video ini diunggah oleh akun Facebook Nounaa Icha. Dalam video tersebut keluarga korban nampak sedih saat berada di RSUD Taman Husada Kota Bontang.

Informasi yang diterima, diketahui korban meninggal dunia pada Senin (10/3/2025) sekitar pukul 06.00 pagi.

Sementara keluarga korban baru mendapatkan kabar empat jam setelahnya. Hal ini menambah kecurigaan keluarga korban terhadap kematian D (25).

Kalapas akui korban warga binaan Lapas Kelas II A Bontang

Kepala Lapas Kelas II A Bontang, Suranto, membenarkan jika korban merupakan warga binaan Lapas Kelas II A Bontang.

Suranto mengatakan, warga binaan ini meninggal dunia, usai dibawa ke RSUD Taman Husada.

“Iya meninggal di RSUD Taman Husada pagi tadi,” katanya.

Lapas tawarkan autopsi ke pihak keluarga korban

Sementara itu, Kepala Keamanan Lapas Bontang, Angga mengatakan, bahwa D warga binaan pindahan dari Samarinda yang berasal dari Sangatta.

D sendiri telah menjalani hukuman sejak 2020 atas kasus narkotika dengan vonis 17 tahun penjara.

Pihaknya pun tak menampik bahwa memang ada luka dan lebam pada tubuh warga binaan tersebut.

Kendati demikian, pihaknya mengaku akan mendalami penyebab kematian warga binaan terkait dugaan penganiayaan.

Katanya, akan mendalami penyebab kematian apakah berasal dari tindakan petugas atau sesama warga binaan.

“Semua harus dipastikan terlebih dahulu,” ujarnya.

Pihak lapas mengatakan, jika korban sebelumnya memang mengeluh sakit pada Minggu (9/3/2025).

Korban sempat mendapatkan perawatan di klinik lapas. Namun karena keterbatasan fasilitas, kemudian dirujuk ke RSUD Taman Husada untuk pemeriksaan medis dan didampingi petugas lapas pada Senin 10 Maret 2025 sekitar pukul 02.00 Wita.

Dari hasil diagnosis menunjukkan kondisi penyakit Tuberkulosis (TBC), gangguan hati, dan gangguan ginjal. Dan tepat pada pukul 06.00 Wita dia dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit.

“Jadi kalau ada narasi yang menyebutkan dia meninggal di dalam lapas, itu tidak benar,” sebutnya.

Pihak lapas menawarkan autopsi kepada pihak keluarga korban, untuk memastikan penyebab kematian.

Namun kata Angga, pihak keluarga korban menolak tawaran autopsi, setelah mendapatkan penjelasan mengenai prosedurnya.

Meski demikian, visum tetap dilakukan atas permintaan keluarga dan untuk keperluan pelaporan resmi.

Sambung Angga, pihak lapas juga sudah menghubungi keluarga korban sejak awal masuk ke rumah sakit.

Pihak lapas menegaskan, mereka tidak menutup-nutupi informasi terkait kasus ini, dan siap bekerja sama dengan pihak kepolisian dalam penyelidikan agar jelas.

Saat ini, dua petugas lapas yang mengawal korban ke rumah sakit juga telah dimintai keterangan.

Keluarga korban tak tolak hasil autopsi

Adapun pihak keluarga korban, menegaskan tidak menolak autopsi dan justru meminta kepastian lebih lanjut mengenai penyebab kematian.

“Kami hanya ingin tahu penyebab kematiannya yang sebenarnya,” ujar salah satu anggota keluarga korban.

Pihak keluarga berharap kasus ini dapat diusut tuntas dan tidak berakhir tanpa kejelasan, dari penyebab kematian tersebut.

Adapun Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian L. Tobing, melalui Kasatreskrim AKP Hari Supranoto, menegaskan kasus ini akan diselidiki dan meminta keterangan kepada semua pihak.

“Akan kami selidiki dan mintai keterangan semua pihak,” jelasnya. (*)

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Terkait

ShareTweetShare
 
Next Post
Anhar Ingatkan Perusahaan di Samarinda Bayar THR Tepat Waktu, Sanksi Denda 4% Jika Terlambat

Anhar Ingatkan Perusahaan di Samarinda Bayar THR Tepat Waktu, Sanksi Denda 4% Jika Terlambat

Anhar: Dominasi Kelompok Tertentu di Dunia Kerja Picu Keresahan Generasi Muda

Anhar: Dominasi Kelompok Tertentu di Dunia Kerja Picu Keresahan Generasi Muda

Discussion about this post

POPULAR NEWS

Kaka Ade bersaudara?

Kaka Ade bersaudara?

3 Oktober 2021
Pelaku Penabrak Pengendara Motor di Depan Sekolah YPK Terancam di Hukum 6 Tahun Penjara

Pelaku Penabrak Pengendara Motor di Depan Sekolah YPK Terancam di Hukum 6 Tahun Penjara

8 Mei 2021
Foto Ilustrasi AI Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN).

Mendagri Tegaskan Aturan WFH Jumat ASN: Ponsel Wajib Aktif, Lokasi Dipantau Geo-location

5 April 2026
Foto ilustrasi AI

Soal Anggaran Rujab Rp25 Miliar, Seno Aji Sebut Ada Pengawasan Hingga Audit

4 April 2026
Puluhan warga di Desa Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara memperbaiki jalan provinsi Kaltim yang rusak parah pada Minggu (5/4/2026).

Jaga Marwah Kaltim, Warga Loa Kulu Kukar Patungan Tambal Jalan Rusak

7 April 2026

EDITOR'S PICK

Foto: Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi

Komisi II DPRD Samarinda Evaluasi Persetujuan Pembangunan Gedung

4 Maret 2025
Insiden Kebakaran Bigmall Samarinda, Subandi Desak Evaluasi Menyeluruh

Insiden Kebakaran Bigmall Samarinda, Subandi Desak Evaluasi Menyeluruh

7 Juni 2025
CAPT: Pemkot Bontang kembali menyalurkan program untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun Anggaran 2025.

Pemkot Bontang Salurkan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya Capai Rp50 Juta per Unit

29 Juli 2025
Aliansi Masyarakat Bufferzone Menggugat Kembali Dapat Janji dari PKT

Aliansi Masyarakat Bufferzone Menggugat Kembali Dapat Janji dari PKT

1 Agustus 2022

Tentang Kami

Follow us

Berita Terbaru

  • Nostalgia Era 90-an: Galatua Reborn Sapa Warga Bontang di Lembah Permai Fair 4 Agustus 2026
  • Tokoh Pemersatu, Mantan Ketua DPRD Awal Pemekaran Bontang Umar Amrullah Tanatta Tutup Usia 1 Agustus 2026
  • IJTI Sikapi Pernyataan Prabowo: Pers Adalah Pilar Demokrasi, Bukan “Londo Ireng” 26 Juli 2026
  • Perkuat Barisan PSI Bontang, Anggota DPD RI Yulianus Henock Siap Pasang Badan Dongkrak Elektoral 22 Juli 2026
Seedbacklink
  • Pedoman media siber
  • Privacy
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 inspirasa.co - Support By Inspirasi Cyber ICM KALTIM.

No Result
View All Result
  • Advetorial
  • Budaya
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 inspirasa.co - Support By Inspirasi Cyber ICM KALTIM.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Memuat Komentar...