Inspirasa.co – Tren ketenagakerjaan di Kota Bontang menunjukkan progres positif yang signifikan. Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, angka pengangguran di Kota Taman berhasil ditekan hingga hampir separuhnya.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengungkapkan bahwa jumlah pengangguran yang sebelumnya menembus angka 10.000 orang, kini menyusut ke kisaran 6.000 orang. Capaian ini diklaim sebagai buah manis dari sinergi antara pemerintah, sektor industri, dan masyarakat.
“Jika melihat data riilnya, sekarang tinggal sekitar 6.000 orang. Padahal dulu sempat lebih dari 10.000 orang,” ujar Neni pada Jumat (1/5/2026).
Meski tren makro menunjukkan perbaikan, Pemkot Bontang tetap waspada terhadap dinamika industri, termasuk ancaman Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat efisiensi produksi.
Menanggapi kabar adanya 102 pekerja yang terdampak PHK baru-baru ini, Neni menjelaskan bahwa mayoritas dari mereka bukan merupakan warga ber-KTP Bontang. Namun, bagi warga lokal yang terdampak, pemerintah telah menyiapkan “bantalan” ekonomi.
Langkah Strategis Pemkot Bontang dengan melakukan pendampingan intensif yakni memberikan konsultasi bagi pekerja yang kehilangan mata pencaharian.
Bantuan Permodalan dengan oenyediaan modal usaha tanpa bunga untuk merangsang munculnya wirausaha baru.
Proteksi Tenaga Kerja Lokal, memperkuat regulasi yang mewajibkan perusahaan memprioritaskan rekrutmen warga asli Bontang.
“Khusus bagi warga Bontang, kami pastikan ada pendampingan dan dukungan modal usaha agar roda ekonomi keluarga mereka tetap berputar,” tegasnya.
Ke depan, Pemkot Bontang berkomitmen untuk terus memperketat pengawasan terhadap penyerapan tenaga kerja lokal. Langkah ini diharapkan tidak hanya menjaga tren penurunan pengangguran, tetapi juga memperkokoh ketahanan ekonomi daerah di tengah fluktuasi industri global. (Ima)
















