Samarinda – Pelaksanaan perdana Car Free Night (CFN) di Jalan Kesuma Bangsa, Samarinda, Sabtu 18 April 2026, mendapat sorotan DPRD Kota Samarinda. Masalah utama yang dikeluhkan adalah maraknya juru parkir (Jukir) liar yang mematok tarif tinggi di sekitar area kegiatan.
Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim, mengungkapkan bahwa kantong parkir di kawasan GOR Segiri dan sekitar Go Mall belum memadai. Minimnya tempat parkir resmi itu yang membuka celah bagi Jukir liar untuk beroperasi.
“Tidak masuk akal kan? Jadi, di jalan-jalan sekitar situ ada Jukir liar yang menempatkan mobil dalam posisi tidak tepat di pinggir jalan kiri kanan, dan itu cukup mengganggu,” ujar Rohim, Jumat (24/4/26).
Rohim bahkan mengaku sendiri diminta tarif Rp10.000 oleh Jukir liar saat hadir di CFN perdana tersebut. Ia meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda segera mengelola seluruh area parkir secara resmi agar praktik liar tidak terulang.
Meski demikian, Rohim menyatakan dukungan penuh terhadap konsep CFN. Menurutnya, kegiatan ini berdampak positif pada efisiensi BBM, pergerakan ekonomi warga, hingga pemecahan titik kemacetan, khususnya pada Sabtu malam.
“Kami harap Dishub bisa menggandeng Dinas Pariwisata untuk menghadirkan hiburan, serta berkolaborasi dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) agar pelaku UMKM bisa mendapat fasilitas lapak secara gratis,” tutupnya.(adv)

















