Inspirasa.co – Pemerintah Kota Bontang tancap gas memperkuat program penanganan stunting dan layanan kesehatan masyarakat sebagai pilar prioritas pembangunan daerah.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyatakan bahwa komitmen mencapai Zero Stunting bukan sekadar angka, melainkan fokus pada penyelamatan generasi.
Saat ini, Pemkot tengah melakukan intervensi terhadap 9.743 balita yang terdeteksi mengalami masalah gizi.
“Intervensi kami mencakup pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan pemenuhan tablet tambah darah bagi remaja putri sebagai langkah preventif sejak dini,” tegas Neni.
Di sisi lain, efektivitas program kesehatan masyarakat juga terlihat dari cakupan layanan kesehatan gratis yang kini telah menjangkau 36.792 warga di seluruh wilayah Bontang.
Integrasi Infrastruktur dan Kesehatan
Langkah Pemkot tak berhenti di sektor medis. Neni menekankan bahwa perbaikan sanitasi lingkungan merupakan variabel kunci dalam memutus rantai stunting. Target ambisius pun dipatok: Bontang wajib bebas praktik buang air besar sembarangan pada 2027.
“Sanitasi buruk adalah pemicu stunting yang sering terabaikan. Fokus kita jelas, target zero buang air besar sembarangan harus tercapai melalui infrastruktur yang memadai,” imbuhnya.
Untuk mendukung target tersebut, akselerasi pembangunan Sistem Pengolahan Air Limbah (IPAL), toilet umum, hingga solusi spesifik seperti septic tank terapung di kawasan pesisir terus dipacu. (Ima)

















Discussion about this post