Inspirasa.co – Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menanggapi isu pembatasan kerja jurnalistik di lingkungan Pemprov Kaltim yang mencuat saat aksi demonstrasi, Selasa (21/4/2026) lalu.
Meski membantah adanya pelarangan, pernyataan Rudy justru mengungkap sisi lain yang menyebut bahwa adanya ketakutan birokrasi terhadap pemberitaan yang viral secara negatif.
Rudy menegaskan bahwa akses bagi jurnalis tetap terbuka lebar. Ia bahkan mengklaim telah menyediakan fasilitas ruang pers di Kantor Gubernur sebagai bentuk dukungan.
“Saya rasa tidak ada larangan. Bahkan kita sudah siapkan ruangan untuk pers,” ujar Rudy, Kamis (23/4/2026).
Namun, klaim ini berbanding terbalik dengan kabar yang beredar di lapangan. Sejumlah wartawan mengaku sempat dihalangi petugas keamanan saat hendak memasuki area kantor gubernu yang biasanya menjadi titik aman peliputan saat situasi demonstrasi memanas.
Hal yang menarik adalah pengakuan jujur Rudy mengenai perilaku jajarannya. Ia mengakui ada pembatasan yang dilakukan oleh staf Pemprov Kaltim, namun ia berdalih hal itu dilakukan untuk memproteksi dirinya dari potensi kesalahan ucap atau blunder.
“Teman-teman Pemprov ini membatasi karena takut ada hal yang menjadi viral sisi negatifnya. Takut saya blunder, padahal saya biasa saja,” ungkapnya.
Pernyataan ini seolah menegaskan adanya upaya kurasi informasi di internal Pemprov. Rudy Mas’ud menyebut pers dipersilakan meliput, selama yang diangkat adalah narasi positif.
Hal ini tentu memicu pertanyaan mengenai sejauh mana fungsi kontrol pers bisa berjalan jika birokrasi masih alergi terhadap isu sensitif.
Rudy Mas’ud memang meminta media menjalankan fungsi kontrol dan terbuka terhadap koreksi. Namun, di sisi lain, ia juga mewanti-wanti media agar menyaring informasi, terutama terkait isu sensitif seperti polemik anggaran rehabilitasi Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur senilai Rp25 miliar yang kini tengah disorot publik secara nasional.
“Kalau viral itu yang positif kita senang. Ini yang negatif. Jadi tolong disaring mana yang pantas dan tidak, ini menyangkut marwah, harga diri kita,” kata Rudy.
Penulis: Aris
















