Inspirasa.co – Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, merespon terkait desakan penggunaan Hak Angket oleh DPRD Kaltim.
Hal ini menyusul aksi Aliansi Rakyat Kalimantan Timur yang menagih janji Pakta Integritas yang ditandatangani oleh pimpinan dan tujuh fraksi DPRD pada aksi demonstrasi, Selasa (21/4/2026) lalu.
Rudy bilang, bahwa Hak Angket merupakan instrumen sah dalam sistem pemerintahan demokrasi.
Penggunaan Hak Angket kata Rudy Mas’ud, itu kewenangan konstitusional DPRD sebagai bentuk fungsi pengawasan terhadap eksekutif.
Rudy Mas’ud menilai langkah tersebut sah-sah saja, tidak perlu diperdebatkan dan memang sudah diatur dalam mekanisme bernegara.
“Kalau memang DPRD ingin menggunakan hak angket, itu sah-sah saja,” ujar dalam konferensi pers di Hotel Atlet, Kota Samarinda, Kamis (23/4/2026).
Rudy menambahkan, Pemrov Kaltim siap menghadapi proses tersebut kapan pun dibutuhkan dalam menjalankan roda pemerintahan.
“Hak angket sejatinya adalah instrumen penting untuk menjaga keseimbangan antara eksekutif dan legislatif,” tambahnya.
Rudy Mas’ud mengingatkan agar dinamika politik ini tidak sampai mengganggu stabilitas pemerintahan maupun kualitas pelayanan publik.
Diberitakan sebelumnya, Aliansi Rakyat Kalimantan Timur secara resmi telah menyerahkan dokumen Pakta Integritas kepada Sekretariat DPRD Kaltim sebagai bukti formal komitmen legislatif. Kamis (23/4/2026).
Dokumen yang telah ditandatangani oleh dua Wakil Ketua DPRD dan perwakilan tujuh fraksi tersebut memuat tiga poin utama tuntutan masyarakat:
1. Audit Total terhadap seluruh kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
2. Pemberantasan Praktik KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme) di lingkungan pemerintahan.
3. Optimalisasi Fungsi Pengawasan DPRD secara menyeluruh dan transparan.
Humas Aliansi Rakyat Kaltim, Bella Monica menegaskan bahwa tanda tangan para wakil rakyat tersebut adalah kontrak politik yang memiliki konsekuensi nyata.
“Kami membawa pesan tegas: DPRD harus siap menjalankan tuntutan ini. Jika tidak ada langkah konkret, kami pastikan akan ada gelombang aksi massa yang lebih masif dari seluruh lapisan masyarakat Kaltim,” pungkas Bella.
Penulis: Aris















