Inspirasa.co – Pemerintah Kota Bontang resmi meluncurkan aplikasi Pondok Pasilan, sebuah inovasi pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk) berbasis digital. Peresmian yang dilakukan oleh Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, pada Rabu (22/4/2026) ini menandai babak baru transformasi pelayanan publik di Kota Taman.
Agus Haris menilai kehadiran Pondok Pasilan merupakan langkah nyata dalam memangkas birokrasi yang selama ini dianggap rumit. Ia bahkan membagikan pengalaman pribadinya saat mencoba sistem baru ini.
“Saya sendiri sudah merasakan bagaimana layanan ini sangat membantu. Prosesnya jauh lebih cepat, praktis, dan tidak berbelit. Ini bukti pelayanan publik kita terus berbenah mengikuti teknologi,” ujar Agus Haris.
Ia menekankan bahwa digitalisasi bukan sekadar soal kemudahan akses tanpa antre, melainkan juga tentang transparansi dan akuntabilitas. Dengan sistem online, setiap tahapan proses dapat dipantau oleh pemohon, sehingga meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Bontang, Budiman, melaporkan bahwa antusiasme warga sangat tinggi selama masa uji coba (soft launching) yang berlangsung sejak 30 Maret hingga 21 April 2026.
Statistik Selama Masa Uji Coba:
1. Permohonan Masuk: Lebih dari 1.100 dokumen.
2. Akun Terdaftar: Ratusan pengguna baru.
3. Layanan Terpopuler: Kartu Keluarga (KK), Akta Kelahiran, dan Surat Keterangan Pindah.
4. Durasi Layanan: Dokumen dapat terbit dalam waktu 2 hingga 3 jam (dengan catatan berkas lengkap dan jaringan stabil).
“Transformasi digital ini terbukti mampu memangkas waktu pelayanan secara signifikan. Keberhasilan ini juga berkat dukungan Diskominfo dalam menjaga stabilitas server,” tambah Budiman.
Apresiasi juga datang dari Kepala Disdukcapil Provinsi Kalimantan Timur, Kasmawati. Ia berharap Pondok Pasilan tidak berhenti sebagai aplikasi layanan saja, tetapi berkembang menjadi ekosistem Adminduk yang terintegrasi secara berkelanjutan.
Menutup arahannya, Wakil Wali Kota Agus Haris mengingatkan agar aspek inklusivitas tetap dijaga.
“Inovasi ini harus terus disempurnakan agar menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan akses teknologi. Jangan sampai ada warga yang tertinggal,” tegasnya. (Ima)
















Discussion about this post