Inspirasa.co — Penundaan tahapan Pemilihan Rektor Universitas Mulawarman (Unmul) periode mendatang memicu beragam respons di lingkungan kampus. Menyikapi situasi tersebut, Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unmul angkat bicara dan menyerukan agar dinamika ini tidak merusak soliditas internal universitas.
Ketua IKA Unmul, Agus Suwandi, menegaskan bahwa perbedaan pandangan dalam iklim demokrasi kampus adalah hal yang lumrah. Namun, ia mewanti-wanti agar penundaan ini tidak menjadi pemantik perpecahan atau ketegangan yang kontraproduktif.
“Kami meminta seluruh elemen kampus—baik dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, maupun alumni—untuk tetap menjaga persatuan dan keharmonisan. Perbedaan pandangan itu wajar, jangan sampai memecah kebersamaan yang telah lama terjalin,” ujar Agus.
Lebih lanjut, IKA Unmul mendesak panitia pelaksana dan pihak berwenang untuk segera memberikan kepastian terkait kelanjutan tahapan pemilihan. Menurut Agus, keterbukaan informasi adalah kunci utama untuk meredam spekulasi dan menjaga kepercayaan publik kampus.
1. Transparansi Proses: Penundaan harus dijadikan momentum untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai aturan, teliti, dan bersih.
2. Kejelasan Anggota: Panitia wajib memberikan timeline yang pasti agar tidak menghambat roda organisasi universitas.
“Kami mengajak panitia dan pihak berwenang memastikan kelanjutan proses ini berjalan jelas dan terbuka. Penundaan ini harus menjadi momen evaluasi agar setiap tahapan berjalan sempurna, bukan justru menghambat kemajuan kampus,” tegasnya.
Sebagai salah satu perguruan tinggi terbesar di Kalimantan Timur yang memegang peran vital dalam pembangunan daerah, Unmul dinilai harus menjadi contoh tata kelola (good university governance) yang baik.
IKA Unmul berharap proses ini melahirkan nakhoda yang ideal dengan kriteria:
1. Berintegritas Tinggi: Menjamin tata kelola kampus yang bersih dan dipercaya.
2. Wawasan Luas: Mampu membawa Unmul bersaing di kancah nasional dan internasional.
3. Akselerasi Tri Dharma: Mendorong kemajuan nyata di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
Agus menutup dengan pesan agar seluruh pihak menyampaikan aspirasi atau perbedaan pendapat secara santun dan proporsional.
“Tujuan utama kita adalah mendapatkan pemimpin terbaik demi kemajuan Unmul, bukan terjebak dalam konflik ego,” pungkasnya.
















