Inspirasa.co – Bakal calon wali kota Bontang, Neni Moerniaeni menaruh perhatian khusus, di bidang pendidikan, salah satunya bagi mahasiswa Bontang.
Program pendidikan itu, dengan mensubsidi pembayaran uang kuliah tunggal (UKT) bagi mahasiswa Bontang yang berkuliah di dalam kota, menggunakan APBD yang ada.
“Keinginan saya disubsidi penuh. Dengan melihat jumlah pemasukan perguruan tinggi di Bontang dan APBD yang ada,” kata Neni.
Sementara bagi mahasiswa yang kuliah di luar kota diberikan beasiswa, pemerintah juga akan menambah asrama baru.
Mekanisme subsidi UKT dan pemberian beasiswa itu, telah dimatangkan dirinya dan tim, dengan melakukan kalkulasi terhadap program ini.
Menurutnya program yang ditawarkan ini harusnya tak sulit direalisasikan. Tentunya dengan melihat postur APBD, dan jumlah pemasukan kampus-kampus yang ada di Bontang.
Misalnya di salah satu kampus teknik di Bontang. Kampus dengan total mahasiswa sekitar 300 orang itu memperoleh pemasukan Rp4,5 miliar per tahun. Atau sekolah tinggi ilmu agama. Mereka memperoleh pemasukan tahunan sekitar Rp900 juta.
Dengan APBD mencapai Rp2,6 triliun pada 2024, ini artinya ada sekitar Rp520 miliar yang mesti dialokasikan untuk pendidikan di Bontang.
APBD perubahan 2024 diproyeksi tembus Rp3 triliun, yang 20 persennya atau sekitar Rp600 miliar untuk pendidikan.
Dengan dana sebesar itu, berbagai program pendidikan, termasuk subsidi UKT mahasiswa, sangat mungkin direalisasikan.
“Tidak sulit bagi Bontang untuk merealisasikan program ini,” tegas Neni.
Dia menambahkan, teknis pemberian subsidi UKT nantinya diatur dalam Peraturan Wali Kota (Perwali).
Tentu ini untuk memastikan penerimanya tepat sasaran, betul-betul anak Bontang yang berhak. Di perwali misalnya diatur minimal durasi tinggal di Bontang bagi calon penerima. Misalnya sudah tinggal atau menetap 10 tahun.
“Teknisnya tentu akan diatur di perwali,” sebut Neni.
Tawaran program Neni dalam memberikan subsidi UKT dinilai sebagai terobosan baru. Ketika belakangan gencar rencana kenaikan UKT oleh Kemendikbudristek, kendati belakangan rencana ini ditangguhkan, Bontang justru sebaliknya, ingin memberikan subsidi UKT bagi warganya yang berkuliah.
Neni menegaskan, pemerintah memang menegaskan komitmen dalam dunia pendidikan. Tidak ada persoalan menggelontorkan dana besar demi memajukan pendidikan. Sebab dia berkeyakinan, pendidikan adalah investasi jangka panjang (long term investment). Banyak dampak positif akan hadir di masa depan.
Makin banyak anak masuk ke perguruan tinggi, angka masyarakat terdidik ikut naik. Mereka punya daya saing. Dan individu yang mengenyam pendidikan ke perguruan tinggi lebih mungkin memiliki kreativitas, kemampuan analitis, pemecahan masalah (problem solving), dan keterampilan lain yang dibutuhkan dalam menciptakan pekerjaan baru atau memenuhi kebutuhan pasar tenaga kerja.
“Bagi saya pendidikan ini long term investment. Mungkin belum dirasakan sekarang manfaatnya, tapi di masa depan. Tapi sebagai pemimpin, tentu kita harus berpikir sampai jauh ke depan. Memikirkan keberlanjutan kota kita di masa depan. Tentu itu harus dimulai dengan SDM berkualitas, SDM yang terdidik,” bebernya.
Discussion about this post