Samarinda – Wacana penerapan pendidikan berbasis digital di Kota Samarinda dinilai masih menghadapi tantangan besar. DPRD Samarinda menyoroti belum meratanya akses internet di sejumlah sekolah, khususnya yang berada di wilayah pinggiran kota.
Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar, mengatakan transformasi pendidikan menuju sistem digital tidak cukup hanya didukung kebijakan, tetapi juga harus ditopang ketersediaan infrastruktur yang memadai.
Hingga kini, masih ada sekolah yang kesulitan mendapatkan akses jaringan internet sehingga proses digitalisasi belum berjalan optimal.
Menurutnya, kondisi tersebut banyak ditemui di kawasan pinggiran seperti Bentuas dan Bukuan yang masih menghadapi keterbatasan sinyal telekomunikasi.
“Di beberapa wilayah pinggiran, akses sinyal internet saja masih sulit,” ujarnya.
Anhar menilai kesenjangan infrastruktur ini berpotensi menciptakan perbedaan kualitas layanan pendidikan antara sekolah di pusat kota dan wilayah terluar. Padahal, digitalisasi pendidikan saat ini menjadi bagian penting dalam mendukung proses pembelajaran maupun administrasi sekolah.
Ia menjelaskan, sejumlah sekolah memang telah memanfaatkan teknologi digital untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pengelolaan administrasi hingga penggunaan rapor elektronik. Namun penerapannya belum merata karena masih bergantung pada kesiapan jaringan internet di masing-masing wilayah.
“Ada sekolah yang sistem administrasi dan rapornya sudah digital, tetapi masih terbatas di beberapa sekolah saja,” katanya.
Selain persoalan konektivitas, Anhar juga menilai pemerintah daerah perlu memiliki ukuran yang jelas terkait keberhasilan program digitalisasi pendidikan.
Menurutnya, pengembangan sistem pendidikan berbasis teknologi harus dibarengi dengan peningkatan kualitas layanan dan pemerataan akses.
Ia menyebut hingga saat ini Samarinda belum memiliki capaian khusus yang dapat dijadikan indikator keberhasilan dalam implementasi pendidikan digital.
“Kalau bicara indikator keberhasilan, Samarinda sejauh ini belum mendapatkan penghargaan terkait transformasi pendidikan digital,” ujarnya.
Karena itu, DPRD mendorong pemerintah kota mempercepat pembangunan infrastruktur telekomunikasi di kawasan pinggiran agar seluruh sekolah memiliki kesempatan yang sama dalam mengakses layanan pendidikan berbasis teknologi.
“Digitalisasi pendidikan tidak boleh hanya dinikmati sekolah yang berada di pusat kota, tetapi harus menjangkau seluruh wilayah agar pemerataan kualitas pendidikan dapat benar-benar terwujud,” pungkasnya.(adv)

















