Inspirasa.co – Suasana tegang mewarnai jalannya audiensi antara Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim (massa aksi 215) dengan Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, dan Wakil Gubernur, Seno Aji.
Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim, pada Kamis (21/5/2026).
Sebanyak 30 orang perwakilan massa aksi diterima langsung untuk menyampaikan tuntutan mereka.
Dalam audiensi itu, perwakilan massa aksi mendesak Gubernur Rudy Mas’ud untuk segera menentukan sikap secara tegas. Mereka memberikan dua pilihan, menyetujui hak angket atau mundur dari jabatannya.
Selain itu, massa aksi juga menyoroti sikap enam fraksi di DPRD Kaltim terkait hak angket. Mereka menyebutkan belum seluruh fraksi menyatakan dukungan resmi, termasuk Fraksi Golkar yang dikabarkan belum memberikan restu.
“Hanya dua yang kami minta Pak Gubernur untuk pilih mundur dari jabatan atau menyetujui hak angket dari Partai Golkar. Kan Pak Gubernur Ketua DPD Partai Golkar Kaltim,” ujar perwakilan massa aksi.
Menanggapi tuntutan tersebut, Gubernur Rudy Mas’ud menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak keberatan dengan usulan hak angket maupun tuntutan untuk mundur. Namun, ia mengingatkan bahwa segala sesuatu harus berjalan sesuai dengan regulasi dan mekanisme yang berlaku.
“Jangan orangnya sakit sesak napas, terus jantungnya yang diperiksa. Jangan orang sekolahnya SD langsung ke SMA. Pakai proses, Mas. Ada tahapan-tahapannya. Saya tahu hukum hak angket,” tegasnya.
Rudy memaparkan fungsi DPR berdasarkan Pasal 20A Undang-Undang Dasar 1945, yang mencakup fungsi legislasi, budgeting (anggaran), dan pengawasan.
Rudy menjelaskan bahwa hak angket merupakan hak penyelidikan istimewa milik legislatif untuk mengawasi kebijakan pemerintah yang diduga melanggar undang-undang.
Namun, ia menekankan ada aturan main yang ketat di institusi tersebut. “Anda tanya di DPR di sana, jangan tanya di sini. Hak angket itu ada di DPR, bukan di sini. Saya setuju, silakan mereka melaksanakan angket,” tambah Rudy.
Audiensi sempat diwarnai adu argumen yang sengit. Perwakilan massa aksi bahkan sempat menilai gaya bicara Rudy terkesan arogan saat menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka. Menanggapi tudingan tersebut, Rudy langsung menepisnya.
“Apa lagi yang Anda mau tanyakan? Sudah ya? Teman-teman, kita selesaikan di sini. Apa lagi masalahnya? Orang nanya, katanya minta dijawab. Begitu saya jawab, dibilang arogan. Apa yang salah dengan gaya saya?”, pungkas Rudy sembari menyudahi sesi audiensi. (Axl)















