Inspirasa.co – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengeluarkan peringatan keras bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mencoba “mencuri waktu” di hari kerja. Ia secara terbuka meminta masyarakat untuk menjadi mata-mata digital guna mengawasi pelaksanaan Work From Home (WFH) yang berlaku setiap hari Jumat.
Bima menegaskan bahwa WFH bukan berarti hari libur tambahan. Jika warga mendapati oknum ASN yang justru asyik berkeliaran di mal atau tempat wisata saat jam kerja, ia mendorong masyarakat untuk tidak segan bertindak.
“Kalau tidak (bekerja), posting saja di media sosial. Silakan viralkan, tidak apa-apa,” tantang Bima Arya, Jumat (10/4/2026).
Langkah provokatif ini diambil untuk memastikan kebijakan WFH tidak disalahgunakan menjadi ajang bolos berjamaah.
Bima memastikan bahwa selain pengawasan publik, pemerintah telah menyiapkan jerat pengawasan internal yang ketat dan berjenjang:
Pengecekan real-time melalui aplikasi resmi absensi digital, pimpinan perangkat daerah wajib melakukan video call secara acak dan mendadak kepada bawahan, ASN yang tidak berada di tempat saat dikontak akan langsung diproses secara disiplin.
“Kepala dinas bisa setiap saat telepon atau video call. Kalau tidak ada, pasti ada konsekuensinya,” tegas Bima.
Instruksi ini mengirimkan pesan jelas: Di era transparansi digital, ruang gerak ASN yang tidak disiplin kini semakin sempit. Pilihannya hanya dua: bekerja profesional dari rumah atau bersiap menghadapi sanksi setelah viral di layar ponsel warga. (*)

















Discussion about this post